by

Jangan Disepelekan, Artwork Bisa Melestarikan Budaya Bangsa

Opiniindonesia.com – Bila kita berlibur ke suatu destinasi, salah satu kegiatan yang menghasikan adalah berburu artwork. Entah untuk dipajang dirumah atau sebagai buah tangan utk sahabat atau sanak keluarga.

Bentuknya tidak terlalu besar, agar mudah dibawa. Antara artwork dan pernak pernik ada persamaan dan perbedaan. Sama sama sebagai pajangan penghias ruang. Bisa dua dimensi atau tiga dimensi.

Dua dimensi berupa lukisan, yang tiga dimensi berupa patung, dll. Bedanya artwork lebih bernilai seni. Oleh karenanya bisa dijadikan benda investasi.

Seni memajang

Lukisan perlu medium tembok. Perlu rasa estetik agar lebih bermakna. Jangan memasang lukisan serem ( calonarang) diruang keluarga.

Display patung memerlukan ceruk, tatakan dan pencahayaan. Dengan kemajuan tehnologi fotografi, jepretan foto bernilai art dan ekonomis.

Ekspresi diri

Dari pajangan yang ada diruang tamu seseorang, terbaca karakter, gaya hidup, tujuan hidup seseorang.

Bagi yg awam dapat menghandle Artwork design utk mempercantik ruang. Entah dikantor maupun dirumah. Kesalahan mendekor ruang dapat mengurangi nilai suatu karya seni.

Merawat memori

Tempat yang indah mempesona akan menciptakan rasa bahagia. Rasa bahagia dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Apalagi ditengah pandemi Covid 19 saat ini. Seorang sosialita akan suka ruang tamu dan kantor yg wah. Seorang cendikiawan suka Home Library. Semua suka keindahan yang menyenangka untuk dikenang.

Kenangan inilah yang dikelola menjadi bisnis pariwisata. Kalau hanya pemandangan indah, dimana mana juga ada. Kalau yang disuguhkan kenangan melalui hospiality, healthy, security, safety, wisatawan akan datang berkali kali.

Melestarikan budaya

Pengelolaan emosi para wisatawan perlu. Yang suka kuliner siapkan resto yang unik, beda dengan yang sehari hari ia nikmati.

Bagi yang berlibur utk beristirahat, keluar dari rutinitas keseharian, sediakan akomodasi. Bagi yang berwisata petualangan. Bagi yang sdh berumur siapkan rumah sakit yang sesuai standar. Dan seterusnya.

Setiap wisatawan punya selera yang berbeda. Seperti pepatah Tiongkok bilang: Kalau gak bisa senyum jangan berdagang. Berilah mawar kepada konsumen.

Artinya servisis yang utama dan pertama. Jangan sampai wisatawan asing lebih mencintai budaya kita. Mari kita beli dan koleksi hasil karya artwork anak bangsa sebagai upaya turut melestarikan apa yang kita miliki.

Oleh : Wayan Sudarmadja, Pemerhati Pariwisata.