by

Ada Saatnya Buzzer dan Influencer Tidak akan Mempengaruhi Politik

Opiniindonesia.com – Buzzer dan influencer itu bagian dari budaya masa depan. Suka atau tidak suka setidaknya dia harus dialami terlebih dahulu, terlepas dari kita mau atau tidak menjadi buzzer dan influencer itu, tapi kita harus melewati zamannya

Boleh jadi pada saatnya nanti dia tidak lagi diperlukan atau bahkan tak lagi punya nilai jual. Lantaran setiap sudah bisa melakukan sendiri atau memahami sebagai hal yang tidak diperlukan.

Setidaknya, kelak setiap orang sudah mengerti dan memahami bahwa apapun yang dikatakan dan dilakukan para buzzer dan influencer itu tak lagi ada gunanya, sebab apapun sara yang mereka lakukan sudah bisa diabaikan. Atau tak bisa memberi pengaruh aps-apa pada sikap maupun pendapat kita.

Karena pada akhirnya buzzer dan influencer itu tidak lagi bisa mempengaruhi atau sekedar menggoyahkan sikap dan pendirian kita.

Artinya, pada level ini semua orang semakin tinggi dan luas pemahaman dan pengetahuannya ikhwal buzzer dan influencer itu sendiri untuk dianggap atau tidak apa yang dikatakan maupun apa dilakukannya untuk mempengaruhi atau menyesatkan pemahaman maupun sikap kita.

Begitulah keberadaan buzzer dan influencer itu sesungguhnya. Pada saatbta dia akan ditinggalkan semya orang. Dan semua orang tak lagi merasa perlu perduli atau hirau pada apa yang dikatakan maupun apa yang dilakukannya.

Saya yakin begitulah proses kesadaran dan pemahaman kita, semakin matang dan semakin dewasa dalam pengertian budaya. Bukan dalam pengertian usia. Sebab peradaban manusia tidak mungkin berjalan mundur ke masa silam.

Itulah sebabnya dalam bahasa filsafat seorang penyair, tak ada istilah pulang. Sevab dia harus terus berjalan hingga jalan itu sebdiri yang menghentikan langkahnya.

Jika dalam bahasa heroik seorang pahlawan, tak boleh ada kata ucap menyerah, meski pada akhirnya harus kalah.

Oleh : Jacob Ereste, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Federasi Bank, Keuangan dan Niaga (F.BKN) K.SBSI.

News Feed