by

Bukan Menantang Pandemi, Munas MUI Harus Jadi Referensi Prokes

OPINI INDONESIA – Artikel ini tidak bicara tentang proses suksesi di MUI. Itu wilayah para ulama dengan segala kedalaman ilmu dan kearifannya. Mereka tahu mana yang terbaik bagi umat, dan juga bagi Indonesia.

Yang jelas, suksesi MUI beda dengan suksesi partai politik yang penuh intrik. Beda dengan pemilihan kepala daerah yang manipulatif.

Beda dengan suksesi sejumlah ormas yang karena melibatkan parpol akhirnya melegalkan money politics. MUI berbeda. No intrik, No manipulasi, No money politics.

Soal suksesi, percayakan kepada para ulama. Mereka tahu siapa calon pemimpin MUI yang memenuhi syarat syar’i.

Berintegritas, berkapasitas, dan punya komitmen memperjuangkan tegaknya nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Selama ini, MUI tidak pernah salah pilih. Selalu muncul ulama kharismatik yang menjadi pemimpin umat.

Nah, artikel ini ingin bicara tentang Munas MUI yang diselenggarakan besok, rabu 25-26 Nopember terkait pandemi. Kenapa diselenggarakan pada masa pandemi? Bukankah ini membuka peluang penyebaran virus dan terciptanya cluster baru? Ini cukup berisiko mengingat para ulama peserta Munas secara usia sudah pada sepuh.

Rata-rata di atas 50 tahun. Bahkan banyak yang di atas 60 tahun. Mereka rentan jika virus corona menyerang.

News Feed