by

Kisah Benih Lobster, Lupa Bersyukur, dan Si Tamak yang Serakah

OPINI INDONESIA – Sebut saja orang tamak. Hanya benih lobster saja di korupsi. Bukannya sejahterakan nelayan atau petambak.

Bukannya memuat kebijakan yang pro rakyat. Ehh, justru sang Menteri yang tamak malah memeras “keringat” kaum miskin untuk koceknya. Bikin kebijakan untuk memperkaya dirinya.

Pantas dulu, sibuk banget mau ngubah aturan Menteri sebelumnya. Ekspor benih lobster yang dulu dilarang, diubah jadi boleh oleh si tamak.

Dari kocek korupsi benih lobster itu pula. Si tamak pergi luar negeri, bilangnya tugas negara. Sudah tentu, tiket dan hotelnya pakai uang negara.

Nah, giliran belanja; beli tas mahal, beli jam tangan, bahkan sepeda tidak tahunya pakai uang korupsi benih lobster.

Sebegitu tamak-kah manusia? Katanya sudah kaya, katanya sudah cukup? Tapi masih berani dan tidak malu mengembat uang jerih payah rakyat.

Kontradiksi. Orang tamak selalu saja mengejar yang banyak. Sekalipun bukan hak-nya.

News Feed