by

UU No. 11 Tahun 2020 Bagian dari Paket Rekonsiliasi Bersama Habib Riziq

OPINI INDONESIA – Sinyal kesediaan Habib Riziq untuk mendukung perjuangan kaum buruh menolak dan meminta pembatalan UU No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang banyak merugikan kaum buruh.

Jika 138 juta buruh di Indonesia berpadu dengan massa 121 yang setia pada Habib Riziq serentak melakukan aksi bersama menolak Omninus yang telah menjadi UU No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, agaknya pihak terkait utamanya Kemenakertrans yang mewakili pwmerintah dan DPR sebagai pihak yang bisa memberlakukan UU No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang selama ini telah membuat kegaduhan, sangat mungkin dapat segera diaelesaikan, sehingga buruh dan rakyat banyak bisa konsentrasi penuh menghadapi masalah Covid-19 dan kondisi ekonomi yang sedang morat-marit hingga membuat rakyat semakin susah.

Massa pendukung Habib Riziq dapat bersama-sama memperjuangkan pembatalan UU No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang telah menyita perhatian banyak pihak.

Mulai dari pelajar dan mahasiswa dan dosen hingga guru besar dari berbagai perguruan tinggi sampai kalangan profesi lainnya telah memberi komentar dan sikapnya yang menolak UU yang lahir secara sesar itu dan terkesan seperti anak haram yang tidak diharap ada di negeri kita.

Sebab kesejahteraan kaum buruh Indonesia bisa semakin runyam.

Oleh karena itu harapan banyak pihak pun pada kehadiran Habib Riziq dan berkenan ikut menunda pemberlakuan UU Cipta Kerja ini, dapatlah segera meredakan kegaduhan yang nyaris tak berujung sampai hari ini.

Sebab tidak sedikit pula berbagai pihak yang telah membawanya ke Mahkamah Konstitusi (MK) meski tak sedikit pula yang menganjurkan untuk tidak menempuh uji materi itu, lantaran dianggap akan sia-sia saja.

Oleh : Jacob Ereste, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Federasi Bank, Keuangan dan Niaga (F.BKN) K.SBSI.

News Feed