by

Sains dan Atheisme Baru dalam Perspektif Agama

-ALWI HILIR-656 views

OPINI INDONESIA – Saat ini, atheisme mulai berkembang lumayan pesat, terutama setelah adanya internet, media yang sangat mudah diakses bagi semua manusia.

Atheisme zaman sekarang memang agak berbeda dengan atheisme zaman kuno, terutama atheisme zaman Yunani dimana filsuf Demokritus ataupun Epicurus mengkonsep tentang atomisme, apa saja yang ada di alam semesta adalah tersusun oleh atom atom yang berinteraksi saja.

Atheisme juga berkembang pesat di eropa di era Enlightenment, perkembangan atheisme sangat tertopang oleh filsafat empirisme yang dikonsepkan oleh David Hume, George Berkeley maupun John Locke.

Empirisme merupakan salah satu paham bahwa pengetahuan manusia berasal dari empiris atau 5 indera manusia.

Setelah era empirisme, science dan logika modern mulai mengadopsi filsafat ini, sehingga kebenaran akan adanya tuhan harus bisa dibuktikan secara empiris atau panca indera.

Hal ini membuat banyak pemikir enlightenment menjadi atheis ataupun agnostik. Salah satu bapak Atheisme abad 18 adalah Ludwig Feuerbach yang mengatakan “bukan tuhan yang menciptakan manusia, namun manusialah yang menciptakan tuhan”.

Feuerbach kemudian juga mengembangkan paham “materialisme” mengembangkan dari pemikiran Demokritus dan Epicurus tentang atom berkembang ke monism materialisme.

News Feed