by

Sains dan Atheisme Baru dalam Perspektif Agama

-ALWI HILIR-109 views

Monism merupakan filsafat yang mempercayai bahwa antara brain dan mind itu satu entitas, filsafat ini untuk menolak filsafat dualisme yang mempunyai pandangan bahwa manusia mempunyai tubuh fisik dan juga ruh yang bersemayam di otak manusia.

Salah satu pengusung pemikiran ini adalah Descartes yang pernah mengucapkan “cogito ergo sum” atau “aku berpikir maka aku ada”.

Namun perkembangan neurosains, membuktikan bahwa monism benar, bahwasanya secara sains manusia hanya punya otak dan kesadaran, dan kesadaran tersebut bisa ada karena ada hardware otaknya.

Didalam catatan saya, atheisme modern ini tak lepas dari 3 hal utama didalam sains

  1. Bigbang, atau theory penciptaan alam semesta. Dari Prof. Peter Higgs yang mengkonsep Higgs Boson sampai ke Prof. Stephen Hawking merupakan atheis yang mempercayai alam terbentuk tanpa ada campur tangan tuhan
  2. Evolusi. Konsep evolusi, terutama dari Charles Darwin dan Wallace mendorong kemajuan sains terutama rekayasa genetika. Namun masalah evolusi ini, sebenarnya sudah pernah dibahas oleh ilmuwan moslem Al-Jahiz dengan bukunya Al-Hayawan. Dengan theory evolusi ini membuat manusia lebih mempercayai bahwa asal usul manusia berasal dari evolusi daripada ciptaan Tuhan
  3. Neuroscience. Nuerocience ini memperkuat pemikiran monism, bahwa semua mind atau kesadaran manusia merupakan produk otak atau brain semata. Neurocience berkembang pesat, salah satu implementasinya adalah di bidang Artificial Intelligence. AI dikembangkan dari cara neural network manusia sehingga AI saat ini menjadi “Machine Learning” yang sangat mumpuni.

News Feed