by

Sains dan Atheisme Baru dalam Perspektif Agama

-ALWI HILIR-107 views

Saat ini tercatat, hampir semua saintis papan atas adalah atheis. Namun bagi saya pribadi, fanatik kepada salah satu pemikiran baik sains atau agama hanya akan menyebabkan kesombongan baru semata.

Science memang penting bagi ilmu pengetahuan, tapi sains tidak mengajarkan tentang ethic, moral, dan spiritual.

Ludwig Feuerbach sang maestro atheisme dari Jerman mencoba mendaratkan agama, Feuerbach mengatakan bahwa “the essence of christianity is the essence of human feeling”.

Di disisi lain, Richard Feynman, fisikawan yang juga mendapatkan nobel fisika memang atheis, namun Feynman mengatakan bahwa dunia barat atau western civilization dibangun oleh dua hal, yaitu peninggalan agama christian tentang ethic dan juga peninggalan atau warisan budaya barat yang saintifik.

Dengan demikian, dengan kemajuan sains dan teknologi, menurut saya agama tidak bisa ditinggalkan begitu saja, karena agama melatih kita terhadap kemanusiaan, etika, norma, dan yang terpenting adalah spiritual.

Oleh : Alwi Hilir S.Kom.M.Pd, Alumnus sekolah pascasarjana universitas islam “45” bekasi dan Ceo rumah inspiratif indonesia.

News Feed