by

Meneladani Semangat Kartini di Era Modern Sebagai Perempuan Mandiri dan Tanguh

-NASIONAL-181 views

4. Pendidikan

Berdasarkan hasil rilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2018, perempuan kota yang mengenyam pendidikan setingkat SMA 88,65%, sedangkan perempuan di desa 76,99%. Kemudian, perempuan kota yang berpendidikan sampai dengan perguruan tinggi sebesar 35,14% dan perempuan di desa hanya 15,28%.

Jumlah angka tersebut memnggambarkan bahwa belum banyak perempuan yang mengakses pendidikan pada perguruan tinggi pasca SMA. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi, geografis dan budaya partiarki. Secara ekonomi masyarakat kita masih sulit untuk mengakses pendidikan di perguruan tinggi karena tingginya biaya Pendidikan.

Secara geografis di Indonesia masih banyak daerah yang belum memiliki perguruan tinggi, sehingga masyarakat sulit mengkses Pendidikan karena terkendala jarak. Budaya patriarki yang tertanam membuat pandangan bahwa perempuan tidak perlu melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi karena masuk pada usia layak menikah, yang nantinya hanya akan berkutat pada urusan domestik.

5. Psikologis

Segala bentuk permasalahan dan tekanan di atas bermuara pada pembentukan mentalitas perempuan. Tidak jarang perempuan merasa tidak berdaya dan tidak percaya diri akan potensi yang dimiliki. Terlebih lagi beberapa stereotype yang membebani kaum perempuan mengakibatkan menguatnya budaya partiarki, sehingga kesehatan mental perempuan penyintas seringkali diabaikan.

Sebagai respons dari berbagai permasalahan tersebut, kita dapat meneladani semangat R.A. Kartini dalam mewujudkan emansipasi perempuan. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan emansipasi ditengah modernisasi diantaranya:

News Feed