by

Humor Hoax : Kritik Sosial kepada Penguasa

-D. JUPRIONO-958 views

OPINI INDONESIA – Selain sanggup menebar salah paham dan prasangka, berita bohong (hoax) di media sosial juga memiliki sisi positif. Dalam perspektif teori humor, berita hoax media sosial bisa mengirimkan: pesan jenaka self-enhancing, yang menertawakan kebodohan diri sendiri, pesan afiliatif, yang menyatukan pihak-pihak yang berbeda-beda dan tengah memperuncing konflik), dan pesan self-defeating, yang melakukan perlawanan balik terhadap bullying verbal-agresif.

Begitulah, berita-berita bohong, yang sering mengatasnamakan institusi-institusi publik-resmi, terbukti tidak melulu mengacaukan harmoni sosial. Bahkan, sampai batas tertentu, jika dilihat dari fungsi sosialnya, pesan jenaka berita hoax ternyata juga mengandung setidaknya dua fungsi konstruktif.

Pertama, ia dapat menegaskan eksistensi dan identitas suatu kolektif. Kedua, ia juga dapat mengirim pesan-pesan kritik dan kontrol sosial-politis kepada kelompok-kelompok dominan-koersif yang sedang berkuasa.

Fungsi Komunikasi Sosial Berita Hoax

Hampir seluruh timeline media sosial dibanjiri informasi, baik berita benar maupun hasutan hoax. Maraknya media sosial ini di masyarakat menjadi ladang sangat subur bagi merebaknya berita bohong (hoax). Hoax sengaja dibuat untuk menyamarkan kebenaran.

Hoax sengaja dibuat untuk menipu pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu dan menggiring opini mereka agar mengikuti kemauan pembuat hoax. Penyebaran hoax menggunakan pendekatan social engineering, yaitu manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak informasi. Social engineering paling mudah dilakukan melalui media sosial.

Hoax merebak luas bagai bola salju yang bergulir setiap waktu, terutama tentang agama dan politik. Hal ini memprihatinkan. Sebab, hoax sanggup memerosotkan kemampuan menalar, sehingga mudah menyulut emosi negatif, seperti panik, marah, cemas. Emosi negatif yang dominan, tanpa diimbangi rasio, cenderung mendorong seseorang cepat merespons tanpa berpikir panjang. Dampaknya sangat berbahaya: unjuk rasa, konflik sosial, bahkan pembunuhan!

News Feed