by

Retorika Perlawanan Massa : Dari Pelesetan Hingga Ujaran Kebencian

-D. JUPRIONO-600 views

Karya lain Wiji Tukul yang sering juga dilantangkan adalah bait pertama puisi “Tong-Potong Roti” begini: “tong-potong roti/ roti campur mentega/ Belanda sudah pergi/ Suharto-lah gantinya”. Larik terakhir itu merupakan modifikasi dari larik aslinya yang berbunyi “kini datang gantinya” (Thukul, 2015).

Tentu saja juga puisi Taufik Ismail “Takut 1966, Takut 1998” dan puisi-puisi pamflet W.S. Rendra, menjadi alternative untuk diorasikan dan diposterkan. Puisi Taufik melukiskan lingkaran berangkai kekuasaan yang membelit secara sistematis struktural elemen masyarakat kampus dalam relasinya dengan birokrasi pendidikan dan kekuasaan, demikian: “Mahasiswa takut pada Dosen/ Dosen takut pada Rektor/ Rektor takut pada Menteri/ Menteri takut pada Presiden/ Presiden takut pada mahasiswa”.

Penyair pamlet yang sering berurusan dengan aparat kepolisian dan militer adalah Rendra. Puisi-puisinya dalam Potret Pembangunan dalam Puisi (1977; 1996), misalnya, banyak berisi kritik dan perlawanan verbal terhadap penguasa tirani. Salah satunya adalah “Sajak Seorang Tua di bawah Pohon” demikian:

Aku berdiri di muka kantor polisi

Aku melihat wajah berdarah seorang demonstran

Aku melihat wajah kekerasan tanpa undang-undang

Dan sepanjang jalan panjang …

News Feed