Argumentasi Kenapa Prabowo Subianto dan Gerindra Tetap Kuat di 2024

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 27 November 2020 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. /Instagram @/prabowo.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. /Instagram @/prabowo.

OPINI INDONESIA – Gemuruh berita OTT KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo itu selalu terjadi di Medsos. Istilahnya hanya menjadi “Trending” (Topics).

Namun kenyataan politik bisa berkata lain. Kurang heboh bagaimana kasus kader PDIP Harun Masiku itu di mata publik. Sangat buruk. Beberapa kali jadi “trending topic”.

Sosoknya pun seperti hilang tanpa jejak. Bahkan nyaris tak terdengar dari Presiden bersuara lantang agar Harun Masiku segera ditangkap. Mungkin karena partainya sama. Tapi sudahlah, lihat saja semua hasil survei politik yang ada sekarang.

PDIP tetap juara, bertengger gagah di puncak elektabilitas parpol politik di Indonesia. Begitu juga sebelumnya dengan kasus Mensos Idrus Marhan (Golkar), Menpora Imam Nachrawi (PKB), Lutfi Hasan Ishaaq (Presiden PKS), dan Patrice Rio Capella (Sekjen Nasdem).

Keempat tokoh partai ini juga di OTT KPK. Riuh di medsos, tapi Golkar, Nasdem, PKB, dan PKS tetap bertengger sebagai Parpol papan atas.

Bagaimana dengan kasus Demokrat yang berjaya pada 10 tahun pemerintahan SBY (2004-2014), tapi elektabilitasnya turun drastis pada pemilu 2019 ? Bukankahk karena banyak kadernya yang terjerat kasus korupsi, padahal sudah mengatakan tidak pada korupsi?

Benar. Tetapi ekpose kasus korupsi kader partai Demokrat yang tersohor pada saat SBY berkuasa lebih dari satu orang, bahkan terlalu banyak.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru