Cambridge Luncurkan Laporan Terbaru, Dorong Keterlibatan Guru dalam Penyusunan Kebijakan AI di Sekolah

- Pewarta

Kamis, 5 November 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan terbaru Cambridge University Press & Assessment merumuskan delapan prinsip untuk mengintegrasikan AI secara efektif dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah

SINGAPURA, 5 November 2026 /PRNewswire/ — Pembuat kebijakan perlu melibatkan guru secara aktif dalam merumuskan kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sekolah. Mereka juga perlu menyediakan program pengembangan profesional yang menyeluruh dan berkelanjutan agar guru mampu memanfaatkan AI secara efektif dalam pembelajaran sekaligus menggunakannya secara kritis. Rekomendasi tersebut tertuang dalam laporan terbaru Cambridge University Press & Assessment (Cambridge).

Guru dan peserta didik juga perlu dilibatkan sejak tahap perancangan, pengadaan, penerapan, hingga evaluasi perangkat AI generatif (GenAI). Keterlibatan ini berperan penting agar kebijakan yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata di ruang kelas.

Laporan bertajuk "Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching" tersebut merangkum praktik terbaik dari para guru bahasa Inggris di berbagai negara yang lebih dahulu menggunakan GenAI, serta hasil penelitian Cambridge sebelumnya mengenai AI dan pemanfaatannya oleh guru. Laporan ini disusun untuk memberikan arah yang lebih jelas di tengah penerapan dan adopsi AI di dunia pendidikan yang selama ini kerap berjalan tanpa pendekatan terpadu.

Temuan laporan menunjukkan bahwa banyak guru di berbagai negara telah menggunakan AI, namun belum memiliki panduan yang jelas. Perhatian utama para guru tertuju pada upaya mempersiapkan siswa menghadapi era AI. Siswa perlu dibekali kemampuan untuk menilai hasil AI secara kritis, memeriksa kebenarannya, dan memanfaatkan GenAI untuk mendukung proses belajar, bukan sekadar mencari jalan pintas dalam mengerjakan tugas.

Untuk mendukung guru dan menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, Cambridge mengajukan delapan prinsip utama dalam pemanfaatan AI di sekolah:

  • Melibatkan guru dan peserta didik dalam tata kelola AI. Guru dan peserta didik harus ikut menentukan penerapan dan evaluasi perangkat GenAI agar kebijakan yang dibuat benar-benar mencerminkan kebutuhan di ruang kelas.
  • Memperkuat pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Guru membutuhkan pendampingan secara konsisten supaya mampu menilai perangkat AI secara kritis, menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat, menyesuaikan penggunaan GenAI dengan tujuan belajar, serta mengajarkan pemanfaatannya secara bertanggung jawab kepada siswa.
  • Mengintegrasikan pemahaman kritis tentang AI ke dalam kurikulum. Siswa perlu dibekali kemampuan untuk mempertanyakan hasil kerja AI, mengenali bias dan informasi yang tidak akurat, serta menggunakan GenAI sebagai perangkat yang mendukung kegiatan belajar, bukan jalan pintas. Mereka juga perlu memahami kapan AI sebaiknya tidak digunakan. Pemahaman kritis tentang AI merupakan kebutuhan mendasar, alih-alih sekadar materi tambahan.
  • Memperbarui kerangka kurikulum dan penilaian. Sistem pembelajaran dan penilaian perlu mempertimbangkan proses pengerjaan tugas, kemampuan memanfaatkan umpan balik, refleksi siswa, dan kemandirian berpikir, bukan hanya hasil akhir. Aspek-aspek tersebut perlu menjadi bagian terpadu dari proses belajar dan penilaian.
  • Mengutamakan hasil pendidikan yang berpusat pada manusia. Kebijakan harus berfokus pada kemampuan manusia yang semakin penting di era AI, seperti berpikir kritis, berkomunikasi, kemandirian, menguasai kecerdasan emosional, dan tanggung jawab sosial.
  • Membangun kepercayaan melalui penggunaan AI yang etis dan perlindungan yang memadai. Penerapan AI secara bertanggung jawab membutuhkan kepercayaan dari seluruh pihak, termasuk guru, peserta didik, dan orang tua. Karena itu, perlu ada aturan yang jelas mengenai privasi data, akses sesuai usia, inklusivitas, tanggung jawab atas kepengarangan, transparansi, dan akuntabilitas.
  • Menjaga otonomi dan pertimbangan profesional guru. Kebijakan harus menempatkan guru sebagai pihak yang mengambil keputusan dalam perancangan dan pemilihan perangkat AI, penerapannya di kelas, evaluasi, hingga penyempurnaan. Peran guru tidak boleh terbatas sebagai pelaksana teknologi yang dipilih oleh pihak lain.
  • Memastikan pemerataan akses terhadap perangkat bermutu. Kebijakan perlu memperhitungkan keragaman bahasa, kondisi lokal, aksesibilitas, serta keterbatasan sumber daya di sejumlah lingkungan pendidikan. Dengan demikian, penggunaan GenAI tidak justru memperlebar kesenjangan yang sudah ada.

Dr. Evelina Galaczi, Director of Research, English, Cambridge University Press & Assessment, said:

"Selama ini, penyusunan kebijakan kerap tertinggal dari pesatnya perkembangan teknologi, sementara guru harus terus beradaptasi. Akibatnya, muncul kesenjangan pengetahuan dan pendekatan yang tidak seragam dalam pendidikan serta penerapan AI. Seperti yang sering terjadi, guru pada akhirnya secara diam-diam memikul tanggung jawab untuk membangun pemahaman praktis mengenai penerapan AI yang bertanggung jawab."

"Guru yang telah berhasil bereksperimen dengan AI di ruang kelas kini mengutamakan pertimbangan profesional, pendekatan yang berpusat pada manusia, dan pemahaman kritis tentang AI. Dengan mengikuti langkah mereka, kita dapat memastikan bahwa AI dapat menjadi sarana efektif yang digunakan secara bertanggung jawab untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, bukan justru menjadi jalan pintas yang menghambat proses belajar."

CATATAN UNTUK EDITOR

1. Cambridge berkomitmen membagikan hasil penelitian mengenai penggunaan AI untuk mendukung guru dan menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan. Rekomendasi dalam laporan "Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching" melanjutkan tiga makalah penelitian Cambridge sebelumnya mengenai AI dan penggunaannya oleh guru. Ketiga makalah tersebut diterbitkan agar para pelaku pendidikan mampu memahami serta menilai secara kritis peluang dan tantangan GenAI:

Galaczi, E., & Luckin, R. (2024). Generative AI and Language Education: Opportunities, Challenges and the Need for Critical Perspectives. https://www.cambridge.org/gb/cambridgeenglish/research-insights

Khabbazbashi, N., Galaczi, E., Allen, H., Lopes, S., Nakatsuhara, F., & Halley, K. (2024). Exploring the Impact of Generative AI on Language Education: Insights from Teachers. https://www.cambridge.org/gb/cambridgeenglish/research-insights 

Macinska, S., & Vinkler, A. (2024). The Role of AI in Language Learning: Research Evidence and Strategies for Success. https://www.cambridge.org/gb/cambridgeenglish/research-insights

Tentang Cambridge University Press & Assessment 

Cambridge University Press & Assessment merupakan bagian dari University of Cambridge. Tim bahasa Inggris Cambridge menyediakan berbagai materi belajar dan asesmen terkemuka di dunia bagi siswa dan pengajar bahasa Inggris.

Seluruh program Cambridge disusun berdasarkan hasil penelitian. Cambridge berkomitmen membantu masyarakat menguasai bahasa Inggris dan menunjukkan kemampuan mereka kepada dunia. Cambridge English Mendukung Perkembangan Anda.

https://www.cambridgeenglish.org/

Berita Terkait

CityUHK Cetak Sejarah, Capai Peringkat Keempat di Asia dalam “QS Asia University Rankings 2027”, untuk Pertama Kalinya Tercatat dalam Jajaran Lima Besar Asia; Raih Peringkat Teratas dalam Tiga Indikator di Asia dan Delapan Indikator di Hong Kong.
Taylor’s University Pertahankan Gelar Universitas Swasta Terbaik di Asia Tenggara Selama Enam Tahun Berturut-turut
Lazada Indonesia Hadirkan Pengiriman Ekstra Aman, iPhone Duo Tiba di Tangan Pelanggan Kurang dari 24 Jam
Segway Powersports Perkenalkan Jajaran Produk MY27 dan iFUN 2.0 di EICMA 2026, Perluas Ambisi di Pasar Global
NCCN dan Rumah Sakit Kanker Nasional Vietnam Memperluas Kolaborasi untuk Memajukan Sumber Daya Perawatan Kanker di Vietnam
Ampace Perkenalkan Teknologi Baterai Kendaraan Roda Dua di Ajang EICMA Milan, Buktikan Keandalan Produk di Pasar Global
KONE Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik dalam Daftar “Best Employers 2027” Versi TIME dan Statista
RSPO RT2026 Bahas Kebakaran di Indonesia, Gerbang Ekspor Tunggal, dan Inklusi Petani Swadaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:09 WIB

CityUHK Cetak Sejarah, Capai Peringkat Keempat di Asia dalam “QS Asia University Rankings 2027”, untuk Pertama Kalinya Tercatat dalam Jajaran Lima Besar Asia; Raih Peringkat Teratas dalam Tiga Indikator di Asia dan Delapan Indikator di Hong Kong.

Kamis, 5 November 2026 - 09:55 WIB

Cambridge Luncurkan Laporan Terbaru, Dorong Keterlibatan Guru dalam Penyusunan Kebijakan AI di Sekolah

Kamis, 5 November 2026 - 08:50 WIB

Taylor’s University Pertahankan Gelar Universitas Swasta Terbaik di Asia Tenggara Selama Enam Tahun Berturut-turut

Kamis, 5 November 2026 - 07:18 WIB

Lazada Indonesia Hadirkan Pengiriman Ekstra Aman, iPhone Duo Tiba di Tangan Pelanggan Kurang dari 24 Jam

Kamis, 5 November 2026 - 06:29 WIB

Segway Powersports Perkenalkan Jajaran Produk MY27 dan iFUN 2.0 di EICMA 2026, Perluas Ambisi di Pasar Global

Berita Terbaru