Santri itu Selalu Bermanfaat bagi Orang Lain dan Keluarga

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 oktober. (Foto: Ayobandung.com)

Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 oktober. (Foto: Ayobandung.com)

Opiniindonesia.com – Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu. (Sayidina Ali bin Abu Tholib karamallohuwajha)

Seiring perjalanan waktu, kata “Santri” sering digunakan untuk menyebut kaum atau orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ajaran agama Islam di pondok pesantren.

Sementara kata “pesantren” oleh sebagian kalangan diyakini sebagai asal-usul tercetusnya istilah “santri.” 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “santri” setidaknya mengandung dua makna. Arti pertama adalah orang yang mendalami agama Islam, dan pemaknaan kedua adalah orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang yang saleh.

Sehingga setiap orang yang pernah mondok di pesantren mendapat image sebagai orang Soleh yang rajin beribadah, tetapi tidak menutup kemungkinan banyak juga yang lulus di pesantren malah tidak seperti yang diharapkan menurut image yang sudah terpatri dipikiran pada umumnya.

Bahkan ada juga yang menyimpang, kalau boleh saya sebut sebagai “oknum santri” (ben rodok keren) seperti orang-orang di sana yang yang selalu menyebut kesalahan seseorang untuk menutupi kesalahan lainnya. Heehe

Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.

Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Dengan momentum tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian yang pernah nyantri atau alumni pesantren yang ingin menunjukkan jatidirinya.

Tidak menutup kemungkinan ada juga sebagian alumni pesantren/santri yang merasa entah karena keikhlasannya atau mengamalkan kutipan terkenal yang saya tulis diawal untuk tidak mau menunjukkan jatidirinya sebagai santri.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru