Belilah Dagangan Rakyat, Bersiaplah Menerima Dampak Positifnya

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 23 Oktober 2020 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dagangan Rakyat yang dibeli dagangannya akan merasa Senang jika dagangannya di beli. (Foto: laptopsiipat.com)

Dagangan Rakyat yang dibeli dagangannya akan merasa Senang jika dagangannya di beli. (Foto: laptopsiipat.com)

Opiniindonesia.com – Pagi tadi, saya buru-buru berangkat dagang ke plered. Pas di jalan saya baru ngeh, masker dan charger handpone ketinggalan di rumah, aduh. Mau balik lagi sudah jauh, sudah setengah jalan. Ya sudah lanjut.

Sesampainya di daerah Tukmudal, dari kejauhan saya melihat ada lapak penjual masker di pinggir jalan raya. Saya langsung menepi memarkirkan kendaraan.

Di lapak itu saya disambut seorang bapak penjual masker. Bapak itu menatap saya sembari tersenyum.

Saya tanya ke bapak itu, “Pak, saya mau beli masker adanya jenis apa saja dan berapa harganya?”

Ia menjelaskan satu per satu jenis masker yang digantung itu dan sekalian memberi tahu harganya.

Saya pilih satu masker yang berwarna merah dan membayarnya.

Bapak itu terlihat senang banget, senyum bahagia.

Saya jadi teringat obrolan bersama ibu ketika di warung.

“Mamah kok sering banget jajan. Apa lagi kalau ada anak muda yang dagang. Pasti dipanggil lalu dibeli dagangannya. Kenapa sih?” Tanya saya.

“Biar mereka senang. Biar mereka semangat dagangnya. Anak muda yang lagi berusaha berdagang, kemudian dagangannya dibeli pasti bahagia. Seneng banget mereka. Dan tentu saja bukan hanya sekedar kita bertransaksi niaga, tapi disitu ada doa. Mereka yang lagi merintis jualan itu penuh harap. Orang yang dagangannya dibeli itu, selain bahagia, dia juga mendo’akan. Memohon ke gusti Allah supaya dagangannya yang dibeli itu bermanfaat, menyehatkan dan membawa keberkahan bagi pembelinya. Kita kan tidak tahu doa siapa yang kemudian diijabah sama gusti Allah.” Kata ibuku bercerita panjang lebar.

“Jika ada temenmu yang jualan. Yang lagi merintis dagang, datangi dan belilah barang dagangannya. Ingat jangan minta gratisan. beranilah membayar.” Pesan ibu pada saya.

Terkadang memang saya melihat teman-teman senior kalau membeli itu bukan karena ia membutuhkan barangnya. Namun karena rasa ingin membahagiakan atau untuk membeli doa dari penjualnya. Bukan karena ngerasa kasihan lihat penjualnya terus iya beli, tidak demikian. mereka itu membeli karena ingin memuliakan sesamanya. Ya lewat transaksi dagang.

Oleh : Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB