Usamah Hisyam Menuduh Prabowo Meninju Meja Hingga Lima Kali, Benarkah?

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Desember 2018 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUH KOK Usamah segitunya? Saya kebetulan ada di ruangan yg sama. Saya duduk persis di belakang usama.

Sekedar mengingatkan saja kpd siapa pun yg hadir saat itu. Prabowo bukan marah karena keislamannya dipertanyakan.

Para ulama yang hadir di hotel Sultan, Jakarta, mungkin di luar usama, sudah paham bahwa Prabowo mengakui secara jujur bahwa pengetahuan dan keislamannya memang tidak seperti ulama.

https://opiniindonesia.com/2018/12/24/usamah-hisyam-itu-termasuk-ampas-perjuangan/

Beliau juga mengakui hal ini di banyak kesempatan, termasuk ketika berjumpa dengan Habib Riziek Sihab di Makah, lagi-lagi, saya ikut dan berada di sana bersama sekitar 40 orang.

Prabowo marah karena ada penyusup. Tepatnya begini:

“Saya tahu di sini ada penyusup!”, nada suaranya memang langsung meninggi. Sorot matanya sangat tajam ditujukan pada seseorang.

“Nanti yg kita bicarakan di sini, belum selesai acaranya, sudah bocor ke sana!”. Brak! Meja digebrak. Lagi-lagi sorot matanya ditujukan pada seseorang.

“Nanti dilaporkan bahwa saya, Pak Amien, dan kita semua dibilang mau makar!” seperti tadi, matanya makin tajam menatap orang yg sama. Nada suaranya semakin tinggi.

Brak! “Saya tidak takut!!!”

Ada jeda beberapa detik sebelum Prabowo melanjutkan.

“Saya dan kita semua tidak takut!” sekali lagi meja digebrak.

Pak Amien Rais di kanan dan almarhum Kiayi Maksum Situbondo di kiri. Pertemuan itu digagas oleh Kiayi Maksum, tokoh NU garis lurus . Beliau datang dengan tabung oksigen berada di dekatnya.

Tak lama, wajah Prabowo kelihatan mulai tenang. Kemudian dengan suara yang tetap terdengar tegas, Prabowo meminta maaf.

Saya melihat dengan jelas, tak satu pun ulama yang hadir tersinggung. Di barisan depan selain dua tokoh tadi, ada Abah Raut, Kiayi Misbah, ustadz Slamet Maarif, Ustadz Yusuf Martak.

Sekali lagi, tak ada yang terlihat terganggu dengann gebrakan meja itu. Mereka paham Prabowo sedang memberi sinyal pada sang penyusup.

Malah ada yang bergurau, dalam hukum islam, hukuman bagi para pengkhianat, sangat keras. Ya, bisa dipancung. Penyusup identik dg pengkhianat.

Saya paham yang dituju Prabowo, tapi saya tidak ingin suudzon. Kalau pun harus ada hukuman, biar kelak Allah yg menghukumnya.

Sinyal

Terkait soal pilihan ijtima ulama yg kemudian memilih Prabowo, saya sejak ikut umrah dan ikut hadir pula di kediaman HRS di Mekah, sinyal untuk mendukung Prabowo sangat kuat.

Jangankan hanya dua paslon, seandainya ada lebih dari itu, sinyal dari HRS kepada Prabowo sangat kuat.

“Kita lihat yg mudharatnya paling kecil!” katanya.

Jadi, ketika ijtima menghasilkan Prabowo sebagai capres, saya tidak heran.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.(*)

[Oleh : M. Nigara. Penulis adalah wartawan senior, mantan Wakil Sekjen PWI]

(*) Untuk membaca tulisan M. Nigara lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB