Caleg Ganteng Masuk Senayan

- Pewarta

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Ada caleg dari Partai Gerindra. Bertarung di Dapil Jakarta Timur. Menyingkirkan 6 orang caleg incumbent. Gantengnya kebangetan. Extrim. Cooler than ice.

Seandainya bukan politik, dia pasti masuk elite super model. Satu ruang dengan Max Roger, Zach Miko, Ben Whit dan Alex Frankel. Fotonya akan sering menghiasi majalah Vogue, Man World, dan Style. Dia bakal rutin tampil di pentas catwalk Milan Fashion Week atau Settimana della moda.

Namanya Habiburokhman. Aktifis 98 asal Lampung. Dia berhasil meraih 75 ribuan suara. Urutan ke 3 terbanyak. Senayan menantinya.

Selain paras yang tampan, modalnya nyaleg adalah dengkul. Terinspirasi perang gerilya Jenderal Sudirman, Habiburokhman merilis metode “Jalan-Jalin”. Akronim dari “Jalan-jalan jalin silahturahmi”.

Jenderal Sudirman menciptakan konsep “Tentara Pejuang”. Aktifitas Habiburokhman membangun sebuah paradigma “Lawyer Pejuang”.

Menurut aktifis HAM, Ibu Nursyahbani Katkasungkana, metode “Jalan-Jalin” itu briliant.

“Habiburokhman orang hebat,” kata Kepala Suku Tionghoa Jusuf Hamka.

Paras tampan, dengkul, dana terbatas, Habiburokhman dibantu tim inti sekitar 15 orang aktifis. Ngga dibayar. Militansi tanpa batas adalah kuncinya. Tim inti dikomandaoi Pengecara Ali Lubis yang dulu berjasa mengeluarkan Isfan dan Muhtadi, dua pelajar penimpuk batu Ahok.

Habiburokhman masuk senayan, Ahoker gigit jari. Dia salah satu figur paling dibenci Ahoker. Jasanya besar menumbangkan rezim Ahok dan memenangkan Anies-Sandi. Thus disayang umat dan ulama.

Lolosnya Habiburokhman ini menarik karena metode kampanye anti mainstream yang dia praktekkan semula dipandang sebelah mata.

Ketika semua caleg nyewa Billboard dan tebar ribuan Baliho, dia justru pasang spanduk berbahan karung beras yang murah meriah.

Oleh: Zeng Wei Jian. Tulisan ini sudah dipublikasikan di akun facebook pribadinya.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB