Jaga Perjuangan Buruh dari Elit yang Manfaatkan untuk Kekuasaan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 8 Oktober 2020 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @jakarta.ku)

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @jakarta.ku)

Opiniindonesia.com – Nasib dan kesejahteraan kaum buruh di Indonesia harus diperjuangkan oleh buruh sendiri, seiring dengan perkembangan industri posisi kaum buruh semakin penting merupakan faktor penting proses produksi.

Namun prinsip prinsip kapitalisme yang materialistik, bahwa untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar besarnya dengan modal cost produksi sekecil kecilnya, dengan kondisi itulah di lapangan banyak oknum pengusaha memberikan upah buruh yang rendah bertujuan mendapat keuntungan besar.

Itulah salah satu kondisi yang sedang dihadapi kaum buruh, kaum buruh “pekerja” harus bersatu untuk membangun posisi yang kuat berjuang mengangkat harkat martabat kaum buruh di Indonesia. Oleh karena itu dalam perjuangan kaum buruh, buruh sendiri yang harus memimpin perjuangan buruh.

Posisi buruh dalam sistem demokrasi dan politik hari ini kadangkala dieksploitasi dimanfaatkan oleh elite politik untuk meraih kekuasaan namun kadangkala nasib dan kepentingan buruh sendiri dilupakan setelah kekuasaan diraih baik kekuasaan eksekutif maupun legislatif, katanya.

Dalam perjuangan buruh hari ini dan kedepannya buruh sendiri yang harus memimpin untuk menjaga kemurnian perjuangan buruh, kaum buruh jangan selalu dimanfaatkan dijadikan bamper dibenturkan untuk meraih kekuasaan oleh elit politik.

Salah satu contoh hari ini barisan elit sakit hati GN bersama KAMI dengan lantangnya seolah mendukung perjuangan buruh dalam aksi mogok 6 – 8 Okt 2020, padahal motif dan tujuannya mangklaim pergerakan perjuangan buruh untuk dibenturkan menjadi alat pemukul merontokkan menggulingkan pemerintahan Jokowi demi meraih kekuasaan, katanya.

Kemurnian perjuangan buruh jangan dirusak harus dijaga jangan ditunggangi oleh elit politik, perjuangan buruh harus berhasil untuk mewujudkan kehidupan kaum buruh yang sejahtera adil dan makmur serta perjuangan menciptakan lapangan pekerjaan seluas luasnya untuk saudara kita yang belum bekerja atau yang kehilangan pekerjaan gara gara pandemi Covid 19.

Dalam perjuangan kaum buruh hari ini terkait UU Cipta Kerja sebagai control dan kritik pada pemerintah sebagai masukan aspirasi dari kaum buruh yang harus menjadi bahan masukan dan kajian atas telah disahkannya UU Cipta kerja.

Namun kemurnian perjuangan buruh jangan dirusak ditunggangi oleh pihak pihak yang membuat aksi anarkis kerusuhan serta dimanfaatkan oleh elit politik demi neraih kekuasaan semata seperti halnya GN bersama KAMI yang tanpa Tedeng Aling Aling mendukung dan memanfaatkan aksi perjuangan buruh untuk menjatuhkan Pemerintahan.

Untuk keberhasilan perjuangan buruh di tengah pandemi Covid 19 , demi keselamatan kaum buruh jangan melupakan protokol kesehatan jangan sampai aksi perjuangan yang mulia dari buruh menjadi cluster baru penyebaran Covid 19.

Saatnya buruh melawan elit politik yang memanfaatkan perjuangan buruh demi kekuasaan semata. Terus berjuang untuk kemakmuran kaum buruh.

Oleh : Anto Kusumayuda dan Abdul Salam Nur Ahmad, Ketua Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA), dan Sekjen PPJNA.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru