Kepemimpinan Keluarga adalah Modal untuk Masyarakat yang Kuat

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. (Foto : inhilklik.com)

Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. (Foto : inhilklik.com)

Opiniindonesia.com – Penetapan suami sebagai pemimpin rumah tangga adalah berdasarkan SK dari Allah, langsung di Al-Quran Surah An-Nisa’: 34,

“Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita karena keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada sebagian orang atas sebagian lainnya dan karena harta yang mereka nafkahkan.”

Ketika banyak problem rumah tangga muncul maka pertanyaan penting yang seyogianya kita kemukakan adalah, “Apakah kepemimpinan suami berjalan efektif?”

Perjalanan bahtera rumah tangga membutuhkan nahkoda yang shalih dan berkompeten. Suami membimbing, mengarahkan, mengingatkan, meluruskan yang belok, mengoreksi yang salah.

Tentu banyak hal yang harus dimusyawarahkan agar diperoleh keputusan keluarga yang lebih baik dan menentramkan. Meskipun begitu, dalam situasi tertentu, suami harus memiliki keyakinan dan ketegasan untuk menjaga arah keluarga supaya tetap menuju pulau harapan.

Oleh sebab itu, salah satu pilar utama kepemimpinan suami adalah ketaatan istri. Istri boleh menyampaikan usul, saran, pandangan tentang langkah-langkah yang diambil suami sebagai qawwaam atau qayyim. Namun ketika keputusan sudah diambil maka pilihan terbaik bagi istri adalah “mendengar dan taat dalam keadaan suka maupun tidak suka.”

Apa pun masalah yang terjadi dalam rumah tangga, bisa ditemukan solusinya selagi suami menjaga amanahnya sebagai pemimpin, sedangkan istri menjaga loyalitas dan ketaatannya kepada suami.

Kepemimpinan keluarga yang kuat inilah modal penting bagi kita untuk membangun masyarakat yang kuat.

Oleh : Hawin Murtadlo Bukhori, Penerjemah Kitab Tafsir Al-Muyassar dan buku-buku berbahasa Arab.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru