Menagih Janji Kapolri Jenderal Idham Azis Saat Dilantik Dulu

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 9 Oktober 2020 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @jakarta.ku)

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @jakarta.ku)

Opiniindonesia.com – Dulu saat pertama dilantik sebagai Kapolri janji Jenderal ini sangat menyejukkan. Pak Idham mengecam cara penanganan demonstran yang brutal oleh aparat dan kepemimpinannya akan mengubah cara penanganan aksi unjuk rasa tersebut agar lebih manusiawi dan simpatik.

Tetapi di akhir masa jabatannya di bawah kasus Omnibus Law ketika buruh dan mahasiswa berunjuk rasa, penanganan manusiawi dan simpatik itu tidak terbukti. Penanganan aparat kepolisian sama saja tetap brutal, bahkan dalam beberapa tempat lebih brutal lagi.

Modus bentrokan dan penganiayaan selalu sama yaitu diawali dengan provokasi satu dua orang terhadap aparat, lalu terjadi lempar-lemparan. Muncul sekelompok orang yang sepertinya “sangat dikenal” aparat untuk menyerang. Lalu terjadilah bentrokan dengan tembakan gas air mata. Buruh atau mahasiswapun terbawa arus.

Ujungnya buruh atau mahasiswa itulah yang akan teraniaya dan menjadi korban kejaran aparat. Kelompok pemancing tetap sehat dan segar bugar. Entah kemudian pergi kemana karena sangat mahir untuk lolos dari penangkapan. Rupanya mereka spesialis dalam berbagai aksi dan pergerakan.

“Jangan pukul kepala karena di kepala bisa ada hafalan Qur’an dan Hadits” demikian seorang ustadz berceramah di depan aparat yang dihadiri juga oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. Kapolri mengapresiasi dan setuju dengan ceramah sang ustadz. Memegang itu sebagai prinsip kepemimpinannya.

Sayang di hari kemarin dan hari ini aparat kepolisian yang bertugas di beberapa tempat untuk menangani unjuk rasa buruh dan mahasiswa ternyata tidak mampu merealisasikan amanat Kapolri dengan baik. Penanganan unjuk rasa yang humanis dan simpatik hanya ada dalam ceritra. Sama saja realitanya.

Kita berharap pak Jenderal Idham Azis mengakhiri jabatannya dengan manis, bukan “su’ul khotimah” akibat terlalu banyak buruh atau mahasiswa yang merintih kesakitan akibat pukulan aparat pada badan dan kepalanya.

Ingat buruh dan mahasiswa berunjuk rasa tidak dibayar. Mereka didorong untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Sekedar menjaga makan diri dan anak istri. Hak untuk mendapat perlindungan.

Penangkapan, penganiayaan, bahkan konon ada korban yang tewas telah menjadi goresan hitam dari pemaksaan sebuah undang-undang yang merugikan rakyat.
Diproduk dengan cara yang tidak sehat oleh para wakil rakyat yang tidak terhormat.

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru