Menyoal Pembatasan MEDSOS

- Pewarta

Selasa, 28 Mei 2019 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Berapa hari lalu tepatnya tanggal 22 Mei 2019 bertepatan dengan adanya aksi Damai Pemerintah secara mendadak melakukan pembatasan pada media sossial. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan bila pembatasan akses medis tersebut hanya sementara, dan tentu kebijakan yang dikeluarkan ini menimbulkan kontroversi beragam. Ada yang mendukung namun tidak sedikit yang justru mengkritik.

Yang menjadi persoaln adalah apakah keputusan Pemerintah yang telah menghentikan walau sementara ini adalah keputusan terbaik ? Mengingat tidak semua masyarakat pengguna media sosial adalah penyebar hoax. Masyarakat pengguna media sosial juga untuk tujuan bermacam macam seperti bisnis atau mencari informasi lainnya. Nah inilah yang seharusnya dipikirkan. Demi kepentingan umum dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ada beberapa hal yang perlu sekiranya pemerintah untuk tidak mengulangi pembatasan media sosial ini mengingat Indonesia adalah Negara Demokrasi ke empat terbesar dunia dan tentu poin tambahan lainnya adalah Indonesia dikenal sangat baik dalam menerapkan nilai nilai Demokrasi. Tentu inilah sekiranya yang perlu dipahami dan seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi sipemangku kebijkan. Karena satu hal yang perlu pemerintah perhatikan adalah keberadaan media sosial tidak selalu berimplikasi negatif bagi kehidupan bangsa dan Negara tidak semua konten di media sosial negatif dan hoax.

Bahkan banyak informasi dimediasi sosial yang konstruktif dan dapat menjadi masukan atau rujukan dan aspirasi masyarakat karena fungsi kontrol masyarakat juga diperlukan agar pemerintah dapat berjalan dengan baik. Dan semoga kedepan pemerintah untuk berpikir ulang ketika menentukan suatu kebijakan. Jangan sampai maksud baik akan tetapi dilakukan pada saat yang tidak tepat justru akan menimbulkan berbagai pertanyaan pertanyaan masyarakat.

Oleh: Ryanti Suryawan. Penulis adalah Ketua Badan Pemenangan Adil Makmur Kota Bogor, Ketua DPD Gardu Prabowo Jawa Barat, Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru