Mudik Lebaran, Utamakan Keselamatan

- Pewarta

Senin, 27 Mei 2019 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Mudik Lebaran segera tiba, tinggal menghitung hari. Puluhan juta urban society akan menyemut ke kampung halamannya. Prediksi Kemenhub, 50 persen warga Jakarta/Jabodetabek akan mudik Lebaran, 40 persennya akan menggunakan jalan tol. Dan sekitar 924.000 akan menggunakan sepeda motor untuk mudik. Hal yang krusial selama mudik Lebaran adalah aspek keselamatan, sebab fenomena mudik Lebaran adalah turunnya derajat keselamatan, khususnya untuk pengguna moda transportasi darat berbasis jalan raya, angkutan penyeberangan, dan apalagi angkutan pelayaran rakyat. 

Untuk pengguna kendaraan bermotor, baik roda empat dan atau roda dua, YLKI menghimbau, bahwa :

1. Yakinkan bahwa kendaraan bermotor Anda sudah dinyatakan laik jalan, khususnya untuk perjalanan jarak jauh. Apalagi untuk kendaraan yang sudah “usia lanjut”;

2. Muatan kendaraan jangan over kapasitas, baik jumlah penumpang dan atau barang/bagasi. Muatan yang berlebih akan membahayakan keselamatan berkendara;

3. Jika Anda melewati jalan tol, pastikan bahwa saldo e-toll Anda cukup. Jangan sampai Anda kelabakan di jalan tol, karena saldo e-toll kurang. Saat ini e-toll wajib hukumnya dalam perjalanan;

4. Ikuti dan patuhi rambu-rambu lalu lintas (lalin) yang ada. Pelanggaran rambu-rambu lalin adalah pemicu awal terjadinya kecelakaan, dengan korban fatal. Jangan melawan arus atau merebut lajur orang lain, selain membahayakan, juga akan mengakibatkan kemacetan yang mengunci, gridlock;

5. Jangan memaksakan diri dengan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, hanya karena ingin cepat sampai tujuan. Lebih baik terlambat/tidak berangkat, daripada berangkat tapi tidak sampai tujuan. Beristirahatlah di rest area yang aman, seperti SPBU, masjid, dll; setiap 3-4 jam mengemudi. 

Ingat, sesungguhnya perjalanan darat mudik Lebaran adalah perjalanan yang berisiko tinggi. Mengingat volume traffict yang meningkat lebih dari 100 persen, belum lagi jika disandera dengan kemacetan parah selama perjalanan. Keselamatan bertransportasi adalah kata kunci yang pertama, dan utama. 

Demikian. Selamat Mudik, Mudik Selamat.

Wassalam.

Oleh: Tulus Abadi. Penulis adalah Ketua Pengurus Harian YLKI.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru