Pertumbuhan Turun Lagi, Resesi Ekonomi Mengintai?

- Pewarta

Selasa, 6 Agustus 2019 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Pertumbuhan ekonomi di kuartal II hanya mencapai 5.05 persen, turun jika dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal 1 yang mencapai 5.07, bahkan jika dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal II 2018, turun nya lebih jauh lagi, yaitu diangka 0.20 persen. Sehingga sudah dipastikan PDB dan pertumbuhan ekonomi tidak akan mencapai sesuai target.

Bank Indonesia menyalahkan perang dagang AS dan Cina serta perlambatan ekonomi global, tapi mentri keuangan lebih realistis, dia menyalahkan investasi yang loyo, dan juga ekpor yang semakin turun. Sebenarnya sumbangsih terbesar turun nya pertumbuhan, dan PDB kita adalah Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto atau disingkat PMTB yaitu sebesar 5.01 persen pada kuartal II 2019, jauh dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal II 2018 yang tumbuh sebesar 5.85 persen.

Ditambah penurunan terjadi di Industri manufaktur yang hanya tumbuh 3,54 persen, turun jika dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu, yang mencapai 3.88 persen. Hal ini menyebabkan merosotnya daya saing kita. Kita lebih senang mengekpor barang mentah ketimbang barang jadi yang memiliki nilai tambah.

Pertumbuhan di indutri manufaktur dibantu oleh pemilu, hal ini terlihat dari industri yang mengalami pertumbuhan besar pada manufaktur adalah tekstil, yaitu buat kaos presiden dan partai politik, serta kertas, dan percetakan nya. Semua digunakan untuk kepentingan kampanye, seperti membuat leaflet, kartu nama dan spanduk.

Sementara di Industri manufaktur lain nya turun. Padahal jika kita merujuk pada Kaurtal 3 dan 4 kedepan, sudah tidak ada lagi pemilu, sehingga sudah bisa dipastikan, akan turun lebih dalam.

Bahkan untuk industri manufaktur dari karet dan plastik mengalami kontraksi – 7 persen, khusus untuk plastic, mungkin akan turun lebih tajam lagi, di kuartal ketiga, jika pajak terhadap plastic di terapkan seperti rokok. Karana sampah plastik terbukti membahayakan lingkungan hidup. Yang masih prospek adalah industri kardus, dan kertas, untuk pengganti bungkus plastic, karena bisa tumbuh lebih baik lagi.

Dampaknya pada rupiah yang makin loyo, dan terus turun, akibat dari kondisi ekonomi dalam, dan luar negeri yang tidak menguntungkan. Selain itu IHSG pun kan lebih tidak menarik bagi investor asing, ini bisa dilihat dari turun nya IHSG dari zona 6.000 kedepanya.

Kalau melihat tanda tanda ekonomi, dari mulai penurunan PDB, hingga naiknya angka pengangguran, sangat mengkhawatirkan. Apalagi melihat loyonya investasi, dan pembentukan investasi, serta industri manufaktur, yang memburuk terus membuat ekomi Indonesia terncam resesi
Yang jelas haarus ada langkah langkah strategis, dan kongkrit, untuk menumbuhkan kembali PMTb, dan industri amnufaktur melalui pembangunan ekonomi yang berkesinambungan, bukan sporadis, apalagi asla bapak senang.

Oleh: Helmi Adam. Penulis adalah Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Ibnu Chladun Jakarta.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru