Politik Air Liur

- Pewarta

Senin, 15 Juli 2019 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Mengapa masih cukup banyak orang yang golput? Memilih untuk tidak memilih. Lebih baik berlibur dari pada ke bilik suara.

Jawabannya karena mereka tak percaya politisi. Mudah pindah gerbong. Seperti naik kereta atau mungkin MRT.

Lidahnya tak bertulang. Pagi bicara A, siang B, sore C dan malamnya D. Pandai bersilat lidah.

Sekuat apapun kita memaksa mereka untuk datang mencoblos, tak akan pernah sukses jika para politisi masih begitu mudahnya bermain kata.

Debat panas di layar kaca dan media. Tapi ha hi he di belakang panggung. Ngotot-ngototan kala pemilu, lalu cipika cipiki sesudahnya. Dan bersatu dalam gerbong yang sama.

Politik itu soal nilai. Konsistensi antara kata dan lakon. Boleh kita saling rangkulan dan tertawa meski berseberangan. Tapi tak lantas tergiur berjalan seiring. Mohammad Natsir teladan sangat baik soal ini.

Tetap bersahabat dengan lawan politik. Menegaskan dirinya jadi oposisi tapi tak segan memeluk mereka yang berseberangan.

Tak banyak politisi dan partai yang bisa menjalaninya. Berat. Tak mudah. Penuh rintangan.

Jika ada tipe yang semacam ini, mereka bukan partai atau politisi air liur. Sebab narasi sejalan dengan aksi tanpa mencari justifikasi.

Adakah ini dalam lima tahun ke depan? Ah semoga bukan di MRT kita temukan jawabannya.

Oleh: Erwyn Kurniawan. Penulis adalah Direktur Sekolah Shibghah Akhlaq Quran (Sakura) Cikunir, Bekasi.

Opini ini sudah dipublikasikan oleh Ngelmu.co.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru