Selamat Jalan Pak Anab Afifi, Guru dan Motivator Saya agar Menulis

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 28 November 2020 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anaf Afifi, penulis buku laris Banjir Darah yang fenomenal. /Dok. Istimewa

Anaf Afifi, penulis buku laris Banjir Darah yang fenomenal. /Dok. Istimewa

OPINI INDONESIA – Kemaren pagi saya baca kiriman berita dari temen di grup Literatur Santri, bahwa pak Anab Afifi di bawa ke rumah sakit. Entah sakit apa yang dia derita. Melihat foto yang beredar terlihat hidung dan mulutnya dipasang alat bantu.

Saya nggak paham alat apa itu.

Tanpa ada yang mengkomandoi saya langsung doakan untuk kesembuhannya. Ada rasa sedih juga ngeliat kondisi pak Anab.

Padahal saat itu saya akan menjalani Tes Swab di puskesmas. Sayangnya sudah nunggu agak lama, petugasnya tidak ada di tempat. Lagi keluar.

Akhirnya tes swab pun nggak jadi. Saya balik lagi.

Tetiba pagi ini, ramai sekali orang mengucapkan bela sungkawa. saya baca di grup. Ada apa ini.

Begitu tahu bahwa pak Anab yang meninggal, ya Allah rasanya sedih banget. Mataku langsung berkaca-kaca.

Saya berkenalan dengan pak Anab di facebook. Sekitaran tahun 2015.

Saya belum pernah bertemu langsung sama dia. Tapi pernah chatingan. Sekedar curhat atau apalah gitu.

Saya termasuk pembaca artikel dia. Baik yang di facebook maupun yang di media online. Seru kalau baca tulisan dia.

Saya belajar nulis dari dia. Saya ikuti cara menulisnya.

Dia selalu memotivasi dan tak pelit kasih tips menulis.

“Bagus itu, kamu bisa tulis mengenai serba-serbi dagang sembako, tulis saja!” begitu kira-kira komentar dia menyemangati.

Rasanya nggak karuan di tinggal guru. Saya nggak tau harus kemana lagi belajar.

Hanya doa terbaik untukmu wahai guruku. Selamat jalan, semoga gusti Allah menyambutmu dengan senyumnya dan membawamu pada surga yang super canggih itu. Aamiin.

Sedih banget.

Pak Anab Afifi ini orang baik.

Oleh: Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru