TELORIS, TERORIS, TOLOLIS

- Pewarta

Kamis, 9 Mei 2019 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Telor, saat ini, kebetulan sedang mahal harganya. Inilah momen bagi para penggemar telor, yang biasanya dijuluki ‘teloris’, kesulitan mengkonsumsi telor. Saking susahnya mencari duit untuk membeli telor, para teloris itu terpaksa menyantap telor busuk.

Karena banyak sekali teloris yang mengkonsumsi telor busuk, muncullah sebutan baru di kalangan mereka. Para pemakan telor busuk itu dijuluki “teloris busuk”.

Pada waktu harga mahal seperti sekarang, para teloris itu cukup cerdik (smart). Mereka pintar mencari peluang untuk mendapatkan duit supaya bisa beli telor yang tidak busuk.

Hari-hari ini, rupanya ada peluang baru untuk mendapatkan uang. Para teloris mendapatkan informasi bahwa komoditas baru yang disebut formulir C1, sedang menjadi fokus para penguasa.

Para teloris langsung ‘nyambung’ begitu mendengar C1.

“Ini dia. Mantap bro,” kata salah seorang teloris. Dia panggil teman telorisnya untuk mengolah C1. Kebetulan dapat ribuan lembar. Tak tahu dari mana mereka dapat.

Dimasukkanlah ke mobil Daihatsu Sigra dan langsung meluncur. Sesampainya di Menteng, kedua teloris C1 ini ragu-ragu mengendara. Mereka tak tahu alamat yang mau dituju. Akhirnya, polisi curiga. Mereka disetop. Mobil digeledah. Ketahuanlah ribuan lembar C1 yang mereka bawa.

Polisi buat penjelasan pers. Mereka melakukan penangkapan yang sangat indah jalan ceritanya. Serba kebetulan. Serba mudah. Kebetulan jumpa pengendara yang ragu-ragu.

Mungkin karena mereka itu teloris (pemakan telor), makanya ragu-ragu. Kalau sekiranya mereka itu ‘teroris’, tentulah tak bakal ketangkap membawa C1.

Teloris C1 memang akan gampang tertangkap. Karena mereka terlalu banyak memakan telor. Apalagi yang sering mengkonsumsi telor busuk. Jadilah mereka teloris busuk.

Cuma, ketimbang tak ada yang mau dipublikasikan, Teloris C1 pun lumayanlah.

Meskipun orang-orang yang berlidah celet akan mengatakan, “Lo palah tekali. Lo tak bisa tangkap ‘tololis-tololis’ sungguhan yang bawa C1.”

Orang-orang yang ada di sekitar menyangka ada istilah baru untuk mengatakan orang tolol dengan sebutan ‘tololis’. Tapi, mereka malah terinspirasi untuk, mulai hari ini, menyebut orang yang teramat tolol menjadi ‘tololis’.

Terserah kalau yang celet lidah tetap akan mengucapkan teroris atau teloris juga menjadi ‘tololis’.

Oleh : Asyari Usman, adalah Penulis Wartawan Senior.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru