Literasi yang merambah pada praktik pendidikan, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi.
Oleh karena itu, Education Development Center (EDC) menyebut literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya, lebih dari sekadar kemampuan baca tulis.
Sekali lagi, menurut saya, literasi adalah kesadaran untuk belajar dan memahami realitas yang ada sehingga mampu mentransformasikan ke dalam perilaku nyata yang lebih baik.
Mau tidak mau, tingkat literasi seseorang harus memiliki orientasi pada 5 (lima) perilaku yaitu: 1) memahami, 2) melibatkan, 3) menggunakan, 4) menganalisis, dan 5) mentransformasi teks. Luterat adalah sebuah proses, untuk kompeten dan cakap.
Jadi dengan tegas, literasi pastinya merujuk pada “kompetensi dan kecakapan” seseorang dalam menyeimbangkan pikiran dan perilaku, mampu adapatsi terhadap perubahan, dan terpenting mampu memecahkan masalah dalam realitas kehidupan sehari-hari.
Maka sangat jelas, literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis.
Lalu, siapa orang yang disebut literat?
Seseorang dapat disebut literat, bila memiliki kompetensi dan kecakapan hidup.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






