Dari pantauan IPW, bursa calon Kapolri saat ini makin riuh. Sebab masing2 calon yg diunggulkan melakukan manuver dan berbagai aksi grilya dgn cara masing masing.
Mulai dari lobi2 tingkat tinggi, membuat berbagai kegiatan menyangkut kinerja unit kerjanya hingga event2 yg membuat sicalon mendapat penghargaan.
Semua manuver itu ujung2nya pencitraan agar si calon bisa dilirik presiden Jokowi yg punya hak prerogatif dalam memilih kapolri pengganti Idham Azis.
Bagi kalangan internal polri yg paham dgn manuver dan aksi grilya tsb, tingkah para bakal calon itu membuat kegelian sendiri di institusi kepolisian.
Sebab grilya mereka tak lebih seperti orang cari muka. Grilya itu makin ketat tak kalah Minggu ini akan ada pergantin kepala BNN sehingga akan ada bintang dua masuk menjadi bintang tiga, artinya persaingan dlm bursa kapolri makin ketat.
Pada dasarnya, semua bintang tiga di Polri, ada 13 orang, berpeluang menjadi Kapolri.
Meski demikian IPW hanya melihat empat atau lima bintang tiga yg berpeluang kuat masuk bursa dan akan masuk penjaringan Wanjakti polri untuk menjadi calon Kapolri, yg nantinya akan dipilih dua nama untuk diserahkan kepada presiden dan presiden akan memilih satu nama, untuk dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






