Hanya ada 2 Pilihan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

- Pewarta

Rabu, 27 Maret 2019 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Setiap manusia diberikan pilihan-pilihan hidup untuk dipilih sebagai pegangan masa depan hidupnya dari segi ideologi, politik, ekonomi, sosial maupun budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita diberikan pilihan melalui pintu yang lebar yang penuh dengan kenikmatan dunia, janji-janji manis yang penuh kepalsuan dan kemudahan-kemudahan duniawi yang menyesatkan dan mendapat pujian kehebatan yang semu ?atau kita memilih pintu yang sesak yaitu kehidupan yang penuh perjuangan untuk meraih masa depan dengan bekerja keras dan berpegang teguh pada prinsip kesetiaan pada janji dan firman Allah untuk masuk dalam kemenangan dan meraih kebahagiaan, keadilan dan kemakmuran ?

Kita sebagai manusia diberikan kebebasan dan otoritas untuk memilih dengan berpegang teguh pada firman Allah “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang melaluinya; karena sesaklah pintu dan semputlah jalan menuju kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya”.

Berdasarkan pada firman Allah tersebut, untuk menuju pada kehidupan kekal memang tidak mudah, ada harga yang harus dibayar, ada penyangkalan diri, itulah sebabnya sedikit orang yang mau menempuh jalan itu.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara dan menghadapi tahun politik menuju pada pemilu pileg bmaupun pilpres serenrak 17 April 2019 yang akan datang, kita sebagai manusia warga negara Indonesia diberikan pilihan.

Pilihlah dari 2 pilihan yang ada, memilih Jokowi sebagai petahana yang pintunya terbuka lebar dan jalannya luas menuju pada kebinasaan ?

atau memilih Prabowo yang pintunya sesak dan jalannya sempit namun menuju pada kehidupan, keadilan dan kemakmuran ?

Mintalah hikmah Allah untuk memilih.

Oleh : Nicholay Aprilindo, adalah Penulis Pemerhati Polhukam pada Lembaga Pengkajian Strategis Hukum, HAM, Politik dan Keamanan/LPSH2PK.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Pengalaman Bertema Disney and Pixar’s Toy Story Hadir di SKAI

Rabu, 26 Agu 2026 - 15:08 WIB

Pers Rilis

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:36 WIB