KITA SANGAT marah atas drama kebohongan. Kenapa? Karena kita benci dengan kepalsuan dan menginginkan kejujuran.
Sementara mereka tertawa melihat kebohongan. Kenapa? Karena mungkin bagi mereka kebohongan adalah hiburan atau bisa jadi kebiasaan.

Kita tulus meminta maaf telah membela orang yang bercerita bohong. Kenapa? Karena kita bersikap dewasa dan berjiwa ksatria. Benar katakan benar. Salah katakan salah.
Sementara mereka tertawa melihat kita meminta maaf. Kenapa? Karena mungkin bagi mereka kata maaf adalah sebuah aib dan pantang untuk diutarakan.
https://opiniindonesia.com/2018/10/13/posisi-ratna-sarumpaet-dan-kasus-kebohongannya/
Mari kita tetap suarakan kebenaran dan kita lawan sekaligus kita ungkap sederet kebohongan. Kenapa? Agar Bangsa kita kelak melahirkan pemimpin yang menjunjung kebenaran, kejujuran dan keadilan.
Tan Malaka pernah berkata, seberapa pun cepatnya kebohongan, kebenaran pasti akan mengejarnya.
Si pembohong telah kita singkirkan dari barisan perjuangan. Pembohong lainnya siap-siap kita singkirkan tahun depan.
Setuju…?
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
*Jangan marah, nanti gua ketawa. (*)
[Oleh : Tb Ardi Januar. Penulis adalah politisi muda]
(*) Untuk membaca tulisan Tb Ardi Januar, silahkan KLIK DI SINI.






