Emmanuel Macron Pernah Dilempar Telur Busuk, Bisa Terulang Lagi?

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 5 November 2020 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Instagram @emmanuelmacron)

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Instagram @emmanuelmacron)

Opiniindonesia.com – Ketika menjadi Menteri Ekonomi, Pembaruan Industri dan Urusan Digital Prancis (2014-2016) Emmanuel Macron pernah dilempar oleh seorang anggota serikat tenaga kerja dengan telur busuk.

Ini disebabkan kebijakan dan karakter Macron yang tidak disukai. Kebijakan dan karakter busuk. Ia termasuk yang mendirikan La Republique En Marche gerakan dan partai berhaluan sosialis liberalis Prancis.

Mengidap penyakit Oidipus Complex sehingga perkawinan dan percintaannya menjadi bahan olok-olok.

Dalam mengkritik soal kebebasan berpendapat seorang petinggi Brazil menyandingkan foto istri ‘tua’ Macron dengan monyet. Tentu ia marah. Macron tak peduli dengan isu sensitif keagamaan.

Kini Macron dikecam habis di seluruh dunia, khususnya dunia Islam. Pembiaran bahkan dorongan atas karikatur penghinaan Nabi Muhammad SAW menjadi motivasi terbangunnya kebersamaan umat Islam.

Aksi membela Nabi terjadi dimana-mana. Kedubes Prancis menjadi sasaran aksi, produk Prancis diboikot di banyak negara.

Jika Macron pernah di lempar telur busuk dari depan kepala, maka Senator rasis “Islamophobia” Australia Fraser Anning pernah dilempar telur busuk di belakang kepalanya. Will Connelly melakukan itu dan mendapat pujian atas keberaniannya. ia pun digelari sebagai Egg Boy.

Telur busuk yang dilemparkan ke kepala adalah bentuk perlawanan kepada politisi busuk.

Semestinya Uni Eropa mengingatkan perilaku busuk Emmanuel Macron bukan mendukungnya. Dukungan Belanda, Jerman, Yunani, Austria dan Italia pada Macron hanya memperluas kebencian.

Namun dukungan kepada Prancis ini nampaknya lebih pada ketidaksenangan kepada Pemerintah Turki dengan sikap keras Recep Tayyip Erdogan.

Di Prancis sendiri terhadap karikatur Charli Hebdo juga mendapat kecaman banyak pihak termasuk dari tokoh Katolik Uskup Agung Robert Le Gall yang menyatakan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh menyinggung keyakinan agama.

Macron memang layak untuk kembali dilempar telur busuk saat ini. Dilempar ramai-ramai. Siapapun yang mendukungnya patut untuk mencium bau busuknya telur yang pecah akibat lemparan itu.

Kebebasan berekspresi nampaknya harus diwujudkan dengan melempar telur busuk…satu ton. Biar “nyaho” si Macron.
Mati ? Matilah kau !

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:36 WIB