Gatot Tunjukan Kualitas dan Konsistensinya, Bravo Jenderal!

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 12 November 2020 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/@arsyadferdinand/

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/@arsyadferdinand/

Opiniindonesia.com – Akhirnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo tidak menghadiri penganugerahan Bintang Mahaputera oleh Presiden RI. Sebagai Pemerintah tentu sudah memenuhi kewajibannya. Di lain pihak pak Gatot juga memiliki prinsip kuat untuk menolaknya.

Terlepas dari narasi surat yang dikirim kepada Presiden tetapi sikap tidak menghadiri dalam situasi keprihatinan kesehatan dan politik seperti ini cukup memberi pesan aspiratif.

Publik bisa menilai konten pesan tersebut, yaitu :

Pertama, dengan menolak hadir pada penganugerahan yang bukan 17 Agustus adalah kritik atas pengubahan budaya yang berlaku. Hari Pahlawan sebaiknya khusus untuk penghormatan dan penghargaan para pahlawan. Waktu yang spesial.

Kedua, bintang Mahaputera untuk purna tugas setingkat Menteri tidak baik dipecah sebagian pada Hari Pahlawan. Dengan protokol kesehatan semua dapat diberikan pada 17 Agustus sebagaimana biasanya.

Ketiga, solidaritas prajurit yang luar biasa tidak “makan tulang kawan”. Teman seperjuangan KAMI sedang menghadapi kesulitan berupa penahanan. Tidak bagus menerima penghargaan ditengah “korps” menghadapi kesulitan. Harus senasib sepenanggungan.

Keempat, menjadi salah seorang Presidium KAMI adalah amanah untuk memimpin menyelamatkan bangsa. KAMI menilai bangsa dapat tidak selamat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Tidak baik menerima kalungan penghargaan dari Presiden yang mesti diluruskan berbagai kebijakannya.

Kelima, Gatot Nurmantyo adalah pemimpin bangsa. Pemimpin yang diharapkan konsisten berjuang terus bersama rakyat. Dalam situasi normal, 2024 adalah peluang untuk amanah kepemimpinan nasional. Dalam situasi darurat, dengan tetap bersama rakyat maka menjadi lebih kuat.

Menkopolhukam tidak jelas menyatakan bahwa penghargaan diterima, akan tetapi suara Pemerintah lain menyatakan penghargaan justru kembali ke negara.

Apapun itu, Gatot Nurmantyo telah menunjukkan kualitas dan sikap konsistennya. Sesuatu yang patut diapresiasi dan sudah sesuai dengan apa yang memang diharapkan rakyat.

Bravo, Jenderal !

Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB