Antara Film Jejak Khilafah di Nusantara dan Drama Korea

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 21 September 2020 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Ri, Ma'ruf Amin. (Foto : Instagram @kyai_marufamin)

Wakil Presiden Ri, Ma'ruf Amin. (Foto : Instagram @kyai_marufamin)

Sedang Film dan Drama Jejak Korea di Indonesia (100 tahun) yang tidak banyak pengaruhnya dlm pembentukan nasionalisme dan kemerdekaan Indonesia diagung-agungkan. Coba kita berpikir, mana JEJAK yang lebih sesuai dengan sejarah dan masa depan Indonesia?

Ingatlah kata Moshe Dayan ahli stategi militer Israel bermata satu. Kelemahan Islam itu tiga hal, yaitu: (1) Tidak peduli sejarahnya; (2) Spontanitas dan tidak terperinci gerakannya; dan (3) Literasinya rendah, males baca. Kalau baca tidak mengerti. Kalau mengerti tidak paham dan kalaupun paham, mereka tidak berbuat.

Bangsa ini mayoritas berpenduduk muslim. Hampir mendekati 90%. Namun, aneh sekali ketika penduduk terbesar menginginkan agar hukumnya dijadikan dasar berhukum di negerinya, spontan banyak pihak bahkan dari kalangan muslim sendiri buru-buru menolaknya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Boleh jadi memang mereka belum paham. Banyak orang yang menyatakan bahwa Indonesia itu pluralitasnya tinggi dalam SARA, mana mungkin bisa diterapkan hukum Islam?

Apakah kita tidak pernah belajar sejarah dimana ketika hukum Islam yang nota bene bersumber dari hukum Alloh tidak ada penduduk non muslim yang dianiaya.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Lianlian DigiTech Catat Kinerja Solid pada Semester I-2026

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:32 WIB