Antara Pelacur Politik dan Virus HIV Politik, Apa Perbedaannya?

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 19 Desember 2018 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANTARA KUBU Jokowi tidak ada hubungan asmara, yang ada hubungan “pelacuran” atau take and give, yaitu “pelacuran politik” itu lebih berbahaya karena menularkan virus-virus HIV politik yang dapat melumpuhkan demokrasi dan hak azasi manusia.

Virus HIV Politik tersebut mulai ditularkan oleh si pembawa virus yaitu Jokowi sendiri sejak 2014 yang lalu dan masa inkubasi virus tsb semakin ganas pada tahun 2018-2019.

https://opiniindonesia.com/2018/10/22/inilah-saatnya-rakyat-kita-mengakhiri-politik-kebohongan/

Sehingga banyak oknum politisi, oknum elite politik dan oknum petinggi serta oknum pejabat negara bahkan sampai ke masyarakat kelas menengah ke bawah, oknum aparatur negara pun sudah terjangkit virus HIV politik dari Jokowi.

Untuk membasmi virus HIV Politik yang ditularkan oleh Jokowi dan Jokowers tersebut mau tidak mau harus dilakukan amputasi politik dengan melakukan “bedah revolusi pembaharuan” 2019 Ganti Presiden.

Bila tidak, maka generasi muda indonesia akan terjangkit virus HIV Politik yang dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara serta dapat terjadi disintegrasi kedaulatan NKRI.

Hal ini potensial bisa terjadi, karena lemahnya daya tahan, dan daya juang generasi muda indonesia dalam mempertahankan NKRI.

[Oleh : Nicholay Aprilindo, Pemerhati Polhukam. Tulisan ini juga dipublikasikan di media Opiniindonesia.com]

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru