“Itu racun!”
Betapapun kerasnya aku ingin berteriak tidak akan ada yang mendengar. Mereka hanya ‘ingin’ tulisan pembanding, dan di situlah baru aku tersadar betapa bodohnya diri ini.
Jelas, ketika paham-paham yang ‘salah’ ini membius masyarakat muslim, kita secara tidak langsung ikut bersalah. Kita, karena kurang memperhatikan geliat literasi di kalangan santri dan alumni pesantren.
Marilah kita, santri dan mantan santri kembali belajar membaca, menganalisa, dan menulis agar kemampuan literasi kita semakin terasah.
Ibarat pedang, pastikan ia terasah tajam sebelum kita terjun ke medan pertempuran.
Oleh : Mbak Lelly
Halaman : 1 2





