Kini terulang jejeran karangan bunga di Makodam Jaya. Selamat untuk sukses memenangkan pertempuran melawan baliho.
Bukan prestasi tetapi mencoreng diri sendiri. TNI harus mengoreksi dan mengevaluasi agar kembali ke jati diri sebagai ksatria sejati. Jangan terus melabrak sana sini hanya karena gengsi.
Stop beraksi di aras permainan politik. TNI adalah milik rakyat yang bekerja sekuat tenaga demi negara dan bangsa. Bukan semata menjalankan kemauan penguasa.
Tak perlu pujian berupa karangan bunga. Apalagi jika itu hanya bunga karangan.
Nah prajurit Tentara Nasional Indonesia, selamat berjuang untuk dan bersama rakyat.
Sejarah tidak suka pada basa basi atau cari sensasi tetapi bukti-bukti.
Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.
Halaman : 1 2






