Begini, Cara Bingung Membungkam Habib Rizieq Shihab

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 8 November 2020 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Habib Rizieq Shihab. (Foto : tagar.id)

Habib Rizieq Shihab. (Foto : tagar.id)

Opiniindonesia.com – Zaman ini milik Habib Rizieq Syihab (HRS), Imam Besar Umat Islam Indonesia ini selalu menjadi sorotan dan perbincangan berbagai kalangan baik dalam dimensi Nasional maupun Internasional.

Para pecinta HRS selalu loyal dan setia ikut berjuang di bawah komando beliau apapun resiko dan akibat yang harus diterimanya.

HRS sebagai sosok Mujahid atau pejuang tangguh di medan laga perjuangan yang tidak mengenal rasa takut untuk dibunuh, tidak gentar menghadapi penjara, tidak menyerah dengan teror, dan ancaman, tidak larut dengan sogok, tidak peduli dengan fitnah, cacian, dan sebagainya.

HRS pejuang tangguh yang Istiqomah, bukan mencari panggung, bukan mencari popularitas, bukan pula mencari dunia, tetapi yang beliau cari adalah Ridho-Nya Alloh Swt.

Dalam Hablum Minan Nas beliau santun dan bersahaja, menunjukan Akhlakul Karimah tetapi dalam hal keberpihakannya membela Agama Alloh beliau tegas tanpa kompromi, itulah sifat Kesatria dari ummat Rosululloh Saw, menempatkan lembut pada tempatnya, tegas pada tempatnya, dan keras pada tempatnya.

Serentetan cara dan makar rezim untuk membungkam HRS antara lain:

  1. Tiga kali keluar masuk dari penjara tidak membuat jera untuk terus berjuang membela kebenaran dan menegakan keadilan.
  2. Ancaman berupa sniper otomatis yang diarahkan untuk merenggut jiwa beliau tidak digubrisnya sama sekali.
  3. Sogokan uang satu triliun agar beliau bungkam tidak diliriknya sama sekali.
  4. Teror teror saat da’wah dan ceramah yang mengancam jiwa beliau, tidak membuat berhenti dari menyuarakan kebenaran di atas mimbar.
  5. Fitnah keji dan pembunuhan karakter yang dialami oleh beliau, dan keluarga tidak mampu menghentikan perjuangan beliau.
  6. Hijrah ke Mekkah untuk menghindari pertumpahan darah dengan anggapan agar HRS tidak lagi berjuang, tetapi suara HRS dari Mekkah tetap lantang melawan berbagai Kedzoliman.
  7. Dan berbagai cara busuk, licik, dan keji dilakukan dan diarahkan ke beliau dengan harapan agar HRS bungkam dan takut.

Ternyata berbagai upaya telah dilakukan oleh rezim untuk membungkam HRS hasilnya hanya menyebabkan berbagai macam kebingungan yang dialami oleh rezim saat ini.

Tiga Tahun Enam bulan HRS berada di Mekkah dicekal, dikriminalisasi, dan upaya lainnya.

Kini tiba saatnya HRS kembali ke tanah air untuk membela Agamanya, membela umatnya, dan membela Bangsa dan Negaranya.

Umat bersuka ria akan menjemput, dan menyambut kedatangan serta kehadiran HRS ditanah air tercinta.

Kedatangan HRS ke Tanah air membuat rezim kalangkabut mencari sejuta cara untuk membungkam HRS tidak berdampak apa-apa sama sekali, sehingga rezim saat ini sedang berada dalam seribu kebingungan.

Selamat Datang wahai Pejuang Kebenaran!

Selamat Datang wahai Ksatria tandang!

Selamat Datang wahai pembela Agama.

Selamat Datang wahai pembela Bangsa.

Selamat Datang wahai pembela Negara.

Selamat Datang wahai Imam Besar Umat Islam Indonesia.

Oleh : KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany, Mantan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam As Syafi’iyah Jakarta.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB