Bersiaplah Jadi Warga Dunia Karena Negara tak Lagi Bermakna

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 18 Oktober 2020 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultan komunikasi dan penulis Buku, Anab Afifi. (Foto : Instagram @anabafifi)

Konsultan komunikasi dan penulis Buku, Anab Afifi. (Foto : Instagram @anabafifi)

Sahabat saya, Among Kurnia Ebo, sudah membuktikan kalimat sakti Mbah Nun tersebut.

Ia sudah keliling hampir ke 100 negara. Tidak menggunakan KTP. Tak bawa uang. Berbekal buku kecil berisi 48 halaman bernama paspor. Dan, kartu gesek!

Paspor adalah bentuk identitas warga dunia yang paling tradisional. KTP-nya warga dunia. Kelak juga akan berubah bentuknya.

Ebo sering berseloroh: Sebulan saja nggak terbang keluar negeri, badan saya pegal-pegal dan panuan!

Bagaimana dengan benda kecil yang menjadi bukti warga negara bernama KTP itu?

Kelak akan tidak bermakna lagi. Tak berbentuk lagi. Anda tidak akan lagi diminta menunjukkan benda lucu itu — kelak KTP akan jadi barang lucu dan aneh — untuk berbagai keperluan.

KTP akan berubah menjadi barang ghoib. Angka-angka digital yang tak terlihat mata. Berbentuk biometrik. Berbentuk pembacaan sidik jari secara digital, dan sebagainya.

Tak ada lagi ribut-ribut e-ktp palsu yang berceceran di jalan. Atau daftar pemilih ganda sebanyak puluhan juta seperti yang dipermasalahkan menjelang Pemilu.

Meski ada juga kejadian lucu saat demonstrasi Omnibus Law kemarin. Anak-anak sekolah yang ikut demonstrasi diancam akan sulit memperoleh pekerjaan. Alasannya, kepolisian tidak akan memberikan SKCK buat mereka. Ini kan pola pikir tahun 1980 an.

Selamat datang dunia baru. Selamat menikmati hari Minggu.

Mau berubah atau tidur ngorok, itu pilihan Anda. (*)

Oleh : Anab Afifi, Konsultan komunikasi dan penulis Buku.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB