Betapa Berbahayanya Jika Penyakit Iri Hati Kenjangkiti Penguasa

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 25 November 2020 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iri hati, merupakan rasa tidak nyaman atas sebuah kelebihan yang Allah SWT berikan pada orang lain. /pexels.com/Andrea Piacquadio.

Iri hati, merupakan rasa tidak nyaman atas sebuah kelebihan yang Allah SWT berikan pada orang lain. /pexels.com/Andrea Piacquadio.

Bahkan Koopsus show off di depan rumah HRS (markas Forum Pembela Islam, komunitas sipil tak bersenjata), Koopsus pasukan elit yang baru dibentuk sejak 2019.

Kesatuan yang merupakan pilihan dari personal Kopassus (TNI AD) Marinir (TNI AL) Paskhas (TNI AU). Menurut Refly Harun profesor ahli tata negara.

hanya Presiden Jokowi yang bisa memberi perintah Koopsus, diluar itu pembangkangan.

Keheranan tentang kegaduhan oleh masyarakat karena alasan kerumunan. Faktanya kerumunan sudah terjadi selama PSBB berlangsung beratus kali.

Demo mahasiswa, Demo Buruh, demo Masyarakat, setiap diberbagai kota terjadi diseluruh Indonesia. Mengerahkan ribuan masa. Kampanye Pilkada. Disiplin protokol kesehatan sangatlah longgar.

Pesta kawin. Musik Dangdut. Pasar setiap hari dibiarkan berjalan demi ekonomi berjalan. Di kota-kota besar sekarang kemacetan di jalanan sudah makanan sehari-hari.

Mengamati hal tersebut tidaklah salah jika kegaduhan yang terjadi belakangan ini, merupakan suatu penyakit manusia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru