Lho Kok Gatot Nurmantyo Terkesan Seperti Jubir Omnibus Law?

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 19 Oktober 2020 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo. (Foto : Instagram @nurmantyo_gatot)

Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo. (Foto : Instagram @nurmantyo_gatot)

Opiniindonesia.com – Kali ini Gatot Nurmantyo keliru membuat pernyataan. Hingga wajar tokoh senior DR. Rizal Ramli mengingatkannya, namun “nasi sudah terlanjur menjadi bubur”.

Ya, apa boleh buat Jendral Pensiunan ini membuat blunder bagi dirinya sendiri dalam geopolitik yang baru hendak dia bangun.

Artinya semakin jelas medan perang dalam pemahaman ilmu tentara beda dalam cara pandang warga. Setidaknya, mungkin perlu beberapa semester lagi ikut kuliah politik pada Rizal Ramli.

Gatot Nurmantyo toba-tiba memuji UU Cicptaker. Ya, Rizal Ramli pun wajar jadi kaget. Dan pasti bukan karena latah bila Rizal Ramli lantas ngomong spontan; Lha Kok Sudah Jadi Jubir? ( RMol, JUMAT, 16 OKTOBER 2020)

Pernyataan dari Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo itu tak hanya membuat tokoh senior DR. Rizal Ramli kaget.

Saya saja sungguh tak percaya, apakah benar omongan ngelantur seperti itu keluar dari mulut orang yang baru saja membezuk kedua kawannya yang terbilang tokoh buruh itu. Lagian, pernyataan Gatot Nurmantyo pekan sebelumnya masih hangat terasa mendukung buruh menolak Omnibus Law.

Boleh jadi ini memang fenomena politik zaman naw yang ikut berdesak-desak dalam budaya generasi milineal sekarang ini. Lantaran di tengah penangkapan tokoh KAMI, Gatot Nurmantyo justru memuji omnibus law UU Cipta Kerja. Ya, suaranya jadi seperti gledek di musim kemarau.

Dalam sebuah video di akun YouTube milik pakar hukum tata negara Refly Harun, Kamis (15/10), mantan panglima TNI itu jelas dan tegas menyebut tujuan UU Ciptaker mulia. Sejalan dengan apa yang disampaikan pemerintah.

Ia menyebut UU sapu jagat itu sangat yakin kelak akan mendatangkan investasi dan membuat roda ekonomi berputar mulus.

Ya, apa boleh buat. Setiap orang memang bebas benar berpendapat. Tapi dalam sikap hendaknya tidak mencla-mencle bisa membuat yang menyimak merasa jadi dipermainkan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru