Dapat disadari, pertentangan dan kegaduhan yang diciptakan tidak pernah fokus pada substansi, apabila pemerintah dapat mengcounter tuduhan-tuduhan, maka kegaduhan akan berpindah substansi ke hal lain, begitu seterusnya, seakan-akan kegaduhan dikembangbiakkan agar tidak pernah selesai.
Aturan dan prosedur hukum tak lagi menjadi halangan bagi pembuat kegaduhan untuk menyalurkan ambisinya, bahkan di saat kondisi kesahatan yang mengkhawatirkan di masa pandemi ini, masyarakat tetap diboyong dan didorong untuk berbuat kegaduhan. Disamping itu, belajar dari sejarah, politik yang gaduh kerap berdampak pada stabilitas ekonomi.
Energi bangsa telah terkuras untuk mengatasi Pandemi, dan mengupayakan perekonomian tetap stabil dikala goyangnya perekonomian negara-negara di dunia.
Mereka yang mempunyai hasrat dan ambisi nafsu kekuasaan, seperti tak lagi peduli dengan bangsa, dan terus membuat kegaduhan politik. Kemudian menyerang sisa energi dengan memunculkan isu-isu yang tidak produktif, strategis pun krusial yang tidak henti diciptakan.
Benteng negara yang sejatinya berpegang pada satu komando, justru ikut gaduh dan terseret arus politik, dan menjadi tontonan masyarakat luas.
Bukan tidak mungkin aparat dan instansi lain selanjutnya yang akan “digaduh”, karena upaya beternak kegaduhan ini tampaknya belum akan selesai sampai agenda-agenda terselubung untuk perebutan kekuasaannya tercapai.
Meski pembuat kegaduhan tidak akan pernah berhenti bertindak, kita rakyatlah yang harus bersikap tegas untuk menolak dipengaruhi. Tetap fokus dengan kesehatan diri, Negara tidak akan diam dan biarkan hal buruk terjadi.
Oleh: Dr. M. Kapitra Ampera, SH., MH, Politisi PDI Perjuangan.
Halaman : 1 2





