Jika April-Mei yang mati perhari 26 orang, Juni naik jadi 49 orang. Juli 73 orang. Agustus 80 orang. September ini, tingkat kematian di atas 100 orang per hari. Tanggal 16 September kemarin, ada 135 orang mati karena covid-19. Dan trend angkanya terus naik. Ngeri dah!
Anehnya, ketika kasus covid-19 naik signifikan di bulan Juni, persis pasca New Normal dimunculkan, dan terus naik di bulan juli, kenapa pemerintah gak melakukan evaluasi? Mengapa tidak segera tarik rim darurat? Lalu apa gunanya data kalau gak dievaluasi dan jadi referensi kebijakan? Sampai disini, rakyat betul-betul gak paham.
Dan ketika di bulan September kenaikan kasus covid-19 semakin tak terkendali, ada kepala daerah melakukan evaluasi dan berinisiatif tarik rim darurat, justru diberi peringatan. Dibully dan diserang habis-habisan. Ini ada apa?
Saat berlakukan New Normal, apakah pemerintah tidak mempertimbangkan watak “tidak disiplin” masyarakat. Kok salahkan masyarakat? Tidak! Mereka juga korban dari elit dan pemimpin yang terbiasa tidak disiplin. Sudah jadi tabiat dari rezim ke rezim. Turun temurun.
Masyarakat tidak disiplin hampir dalam semua hal. Diantaranya hukum. Kalau penegak hukum gak disiplin, bagaimana masyarakat bisa disiplin? Teorinya: “Hukum yang tidak ditegakkan dengan baik akan melahirkan masyarakat yang tidak disiplin”
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya






