Pak Prabowo, Inilah Pesan Rakyatmu

- Pewarta

Selasa, 9 Juli 2019 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Pasti panjenengan sudah tahu. Tak mungkin tidak. Namun begitu, secara formal mungkin masih perlu disampaikan dengan jelas, tegas, lugas.

Pesan ini sama sekali tak bermaksud mengajarkan limau berduri. Tak juga ingin mengajarkan ikan berenang. Apalagi mengajarkan macan menerkam. Tak mungkin, kawan!

Tetapi harus kami sampaikan. Pertama, agar publik yang menitipkan pesan ini tahu bahwa kami tidak menyimpan atau menyembunyikannya. Kedua, agar ‘public at large’ (semua publik, tidak hanya yang menitip) juga tahu bahwa ada 80-90 juta pemilih Prabowo yang tidak rela, tak sudi, jika beliau mengambil langkah yang keliru.

Inilah pesan itu. Pertama, dimohon dengan sangat agar Pak Prabowo dan Bang Sandi tidak bertemu dengan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Kedua, agar tidak menerima panggilan telefon atau bentuk komunikasi lainnya dari mereka. Ketiga, agar tidak mengucapkan selamat kepada mereka. Keempat, agar tidak merestui Partai Gerindra berkoalisi dengan Jokowi-Ma’ruf. Kelima, agar tidak menghadiri pelantikan mereka.

Kenegarawanan panjenengan tidak memerlukan pengakuan dari mereka. Sama halnya dengan kepresidenan mereka yang tidak memerlukan pengakuan dari Anda, Pak Prabowo. Anda tetap terhormat di mata 80-90 juta pemilih.

Menyirami luka dengan asam jeruk adalah rasa pedih yang paling ringan bagi para pendukung Anda, Pak, jika pesan yang mereka sampaikan ini Anda abaikan.

Sebagai tambahan saja, perampokan di pilpres 2019 ini jauh, jauh, lebih biadab dari penipuan pilpres 2014. Begitulah keyakinan rakyat Anda, Pak Prabowo.

Oleh: Asyari Usman. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru