Pemuda, Masa Depan, Teknologi, dan Harapan Bangsa

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Oktober 2020 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober.  (Foto: katadata.co.id)

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober. (Foto: katadata.co.id)

Banyak para tokoh besar yang dapat kita tiru, yang memiliki semangat besar sehingga mereka pun menjadi orang besar, seperti Steve Job pendiri Apple.inc produk terkenal mendunia bahkan penjualan sahamnya meningkat terus pada saat di tahun 2010.

Pada titik itu Steve Job menjadi seorang milyader muda di usia 27 tahun. Tapi mengatakan tujuan saya bukan ini.

Tujuan saya adalah membuat produk yang hebat. Maka tidak heran jika apple.inc termasuk perusahaan yang produktif dalam membuat karya dibidang teknologi smart phone dan computer.

Atau kita dapat berkaca pada Bill Gates termasuk orang terkaya di dunia. Dengan software office yang ia buat. Kita pun memakainya untuk mengetik berbagai macam pekerjaan terutama menulis.

Kita juga dapat melihat seorang bernama Jack Ma mendirikan perusahaan Alibaba dan menjadikan sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia, sebuah kerjaaan bisnis e-niaga(e-commerce).

Mereka berdua memiliki semangat yang begitu besar sehingga mereka dikenal di dunia bahkan membawa dampak yang positif pada bangsanya.

Atau kita dapat belajar dari seorang Nadim Makarim yang menjadikan tukang ojek naik kelas. Atau yang biasa disebut Go-jek.

Semua ada masa memang. Tapi jika pemuda tidak mengambil peran. Maka masa itu akan hilang. Pemuda tidak tercatat dalam sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju bangsa yang makmur di masa yang akan datang.

Oleh sebab itu sumpah pemuda yang telah terucap oleh pada pendahulu kita harus kita implementasikan pada masa kini.

Kita junjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa kita, kita jadikan tumpah darah kita yang satu untuk membantu saudara-saudara kita yang dilanda kesulitan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru