Yang dekat saja, adakah kontribusi “pengamanan politik” Prabowo sebagai pejabat Pemerintah untuk melancarkan dan melindungi kembalinya HRS hingga ke rumahnya ?
Jika Prabowo masih “concern” dengan janjinya dan tetap berkeyakinan bahwa HRS “difitnah dan dizalimi” semestinya ada langkah heroik di “Hari Pahlawan” yang bisa dilakukannya.
HRS sendiri menyatakan bahwa kepulangannya tidak atas dasar bantuan siapa-siapa apakah Pemerintah Indonesia atau negara lain.
Hal ini dikemukakan tentu untuk antisipasi akan situasi sebaliknya, yaitu lancar dan mulusnya kepulangan HRS tersebut. Klaim-klaim sering bermunculan.
Langkah heroik Prabowo adalah kehadiran di Bandara Soekarno Hatta untuk bersama umat menyambut kedatangan HRS.
Tetapi hati kecil dan hati besar bertanya, mungkinkah ?
Nampaknya probabilitas untuk itu sangat rendah mengingat gonjang-ganjing reshuffle semakin menghangat serta Prabowo yang sedang “bermanja-manja” dalam Kabinet Jokowi.
Dalam konteks global, Pilpres AS ada olok olok yang lucu bahwa untuk meredam “ngamuk” Donald Trump, segera tawarkan pada Trump untuk menjadi Menteri Pertahanan Presiden Joe Biden.
Indonesia menjadi rujukan dan Prabowo adalah model. Maklum saja, namanya juga olok-olok.
Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.
Baca Juga:
Halaman : 1 2

