Saatnya Prabowo Secara Langsung Nyatakan Sikap

- Pewarta

Jumat, 5 Juli 2019 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Saya belum secepat ZWJ (Zeng Wei Jian) menyimpulkan adanya poros ketiga. Tapi serangan Asyari Usman ke internal BPN dan Gerindra, mengindikasikan benih benih kekuatan ketiga sedang berproses tumbuh. Atau lebih tepatnya Kaukus Politik.

Artinya ada sebuah kaukus politik yang tandem di 01 maupun 02, yang bekerja atas dasar skema dan skenarionya sendiri.

Maka di sinilah soal gelombang penahanan para aktivis pro 02 sejak masa kampanye hingga putusan akhir MK, harus dibaca dari sudut pandang baru. Bukan sekadar petahana Cs kebakaran jenggot. Atau teror psikologis lemahkan daya juang people power yang berjuang melawan kecurangan pemilu yang bersifat TSM.

Lebih dari itu, saya menangkap kesan adanya desain untuk memaksa Prabowo dihadapkan dua pilihan yang menjebak.

Bersikukuh dengan perjuangan ideal politik, namun mengabaikan hak hak asasi manusia. Apalagi sebagian besar yang ditangkap pro 02.

Sebaliknya, kalau Prabowo berat ke pertimbangan kemanusiaan, sehingga berkompromi dengan 01, reputasi dan kredibilitasnya sebagai politisi pejuang hancur berkeping. Khususnya di mata 70 juta rakyat pemilihnya.

Berarti desain seperti ini jahat sekali. Maka itu 70 juta rakyat Indonesia yang memberi amanah pada Prabowo, menunggu sikap dan arahan politiknya secepat mungkin.

[Oleh: Hendrajit. Penulis adalah Pengkaji Geopolitik, Direktur Eksekutif Global Future Institute]

Opini ini sudah dipublikasikan Kontenislam.com.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru