TNI memang tidak memiliki keuntungan strategis atau taktis untuk menembak pendeta yang dikenal sangat cinta ketenangan dan keamanan di kawasannya tersebut.
Peristiwa tersebut tentu berpotensi dieksploitasi agar menjadi isu nasional dan internasional, oleh karena dentuman aksi KKB telah ditenggelamkan oleh pemberitaan- pemberitaan Pandemi Covid-
19. Dan pada Sidang Majelis Umum PBB yang lalu, PM Vanuatu dalam pidatonya ikut menyorot HAM di Papus tersebut, yang kemudian langsung dibantah oleh diplomat Indonesia, karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Faktanya selain menyebabkan tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani, sebelumnya seorang warga sipil meninggal dunia setelah diserang dengan cara dibacok senjata tajam oleh KKB di kabupaten yang sama, serta dua anggota TNI juga gugur ditembak oleh KKB.
Penembakan kedua anggota TNI ini di benarkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





