Pendeta Yeremia dikenal sebagai Ketua Klasis Hitadipa Intan Jaya yang merupakan penginjil yang setia dan berintegritas serta penerjemah Alkitab ke bahasa Moni, bahasa penduduk asli di Paniai Papua.
Pendeta Yeremia selama ini membantu pemerintah dalam menjaga kondusifitas dan memberi kedamaian kepada masyarakat Intan Jaya.
Dapat dipahami, apa urgensinya TNI/Polri membunuh Pendeta Yeremia? Tewasnya tokoh lokal ini justru menyebabkan TNI/Polri kehilangan tokoh lokal, yang ikut menjaga keamanan dan ketentraman di tanah Papua.
Ataukah memang peristiwa ini merupakan upaya propaganda KKB agar mendapatkan perhatian dunia internasional dengan memanipulasi isu pelanggaran HAM?
Untuk mencari kebenarannya, pemerintah saat ini telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





