Selamat Jalan KH Abdullah Syukri Zarkasi, Sang Kyai Panutan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh santri Indonesia Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasi. (Foto : gontor.ac.id)

Tokoh santri Indonesia Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasi. (Foto : gontor.ac.id)

Opiniindonesia.com Inna lilahi inna ilia roji’un. Hari ini kita kehilangan salah satu tokoh santri Indonesia Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasi, M.A, salah satu putra dari pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Imam Zarkasy.

Kyai kelahiran Gontor, 19 Seprtember 1942 ini, mengawali karirnya sebagai santri -dari SD sampai Kulliyatul Mu’alimin (KMI)- di Pondok Modern Darussalam Gontor, kemudian melanjutkan S1 dan S2 di Universitas Al Azhar Kairo.

Sang kyai ini pernah belajar pula di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tahun 1964 beliau dipercaya menjadi pengurus HMI cabang Ciputat Jakarta. Sampai meninggalnya sang kyai masih memegang amanat di beberapa organisasi, baik sebagai pengurus maupun sebagai ketua.

Menurut saya ini merupakan gambaran hidup yang penuh barokah. Berdasar salah satu hadits Nabi ‘khoirun nas anfauhum linnas’. Sebaik-baik manusia adalah yang paling manfaat bagi sesama.

Mendungnya langit di pondokku serasa mewakili mendungnya hati ini. Disebabkan kehilangan salah satu tokoh panutan saat ini. Saat dimana bangsa ini mengalami berbagai ujian yang tentunya peran sang kyai masih kita butuhkan.

Sebagai salah satu Pimpinan Pondok Pesantran Modern Gontor, tidak dipungkiri sepak terjang sang kyai di dunia pendidikan tidak diragukan lagi.

Kita tahu bahwa alumni-alumni Gontor tidak sedikit yang menjadi tokoh di negeri ini. Seperti Hidayat Nur Wahid, Din Syamsudin, Abu Bakar Baasyir, Emha Ainun Nadjid dan masih banyak lagi.

Saya pernah berkunjung ke salah satu pimpinan pondok pesantren di daerah Lombok. Pondok ini menerapkan sistim pondoknya seperti yang di Gontor.

Dari hasil silaturahmi ini, saya simpulkan bahwa alasan kenapa diterapkan sistim Gontor, adalah karena pimpinan pondok ini terkesan dengan pola didik yang diterapkan bapaknya (alumni Gontor) di rumah. Padahal pimpinan pondok ini bukan alumni Gontor.

Hati ini terasa lebih mendung lagi setelah saya menyadari bahwa perginya sang kyai ternyata berbarengan dengan eforia para santri merayakan Hari Santi Nasional 2020.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru