Zeng Wei Jian : Poros III Mengkondisikan

- Pewarta

Senin, 8 Juli 2019 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Poros III adalah Evil Axis. Anti Jokowi sekaligus Ngga Pro Prabowo karena dianggap terlalu dekat dengan Islam.

Existensi Poros III diketahui dengan jelas oleh Pa Prabowo, Jokowi, semua lembaga intelijen dan Ring Satu.

Jokowi pernah berkata yang menggerakan aksi di MK bukan faksinya Pa Prabowo dan Pa Prabowo tahu itu kok.

Setelah topengnya tersingkap, dengan segala resource yang tersisa, Poros III berupaya mengkondisikan Ibu Titiek Suharto sebagai “Dalang Rusuh 21-22 Mei”.

Padahal Ibu Titiek Suharto adalah Komandan Emak-Emak 02 yang bersama element 02 lain turun Aksi Damai depan Bawaslu. Komando Ulama pun adalah Aksi Damai. Jadi tidak mungkin 02 menjadi “Otak & Pelaku Rusuh”.

Sedangkan format Poros III adalah chaos. Seperti Mei 98. Korbankan massa dan relawan 02 trigger run amock. Sehingga “Pemerintahan Transisi”, bukan triumvirate, bisa dibentuk. Hasil pemilu dianulir. Bukan 01 atau 02 yang berkuasa. Tapi Poros III.

Semalam di i-News, politisi Wahab Talaolu menuding Pa Prabowo dan Bu Titiek sebagai “Dalang Aksi”.

Sebelumnya Polri merilis daftar yang diduga sebagai Otak dan Pelaku Rusuh. Mereka bilang ada oknum dari tiga partai, 8 Ormas Islam, Relawan dan Ormas 02.

Menurut saya, otak & pelaku sesungguhnya adalah Poros III. Polri harus segera mengungkap mereka sehingga nama baik Pa Prabowo, Bu Titiek Suharto dan teman-teman 02 lain bisa dipulihkan.

Oleh: Zeng Wei Jian. Penulis adalah Aktivis Tionghoa non muslim Indonesia.

Opini ini sudah dipublikasikan Portal-islam.com.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru